Larangan Keluar Rumah, Pemerintah Diminta Pikirkan Ekonomi Rakyat Bawah

Kamis, 26 Maret 2020 - 22:32 WIB
Larangan Keluar Rumah,...
Larangan Keluar Rumah, Pemerintah Diminta Pikirkan Ekonomi Rakyat Bawah
A A A
JAKARTA - Untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona (COVID-19), masyarakat diimbau untuk berada di rumah jika tidak ada kepentingan yang mendesak. Imbauan ini diiringi dengan kebijakan bekerja dari rumah atau Work from Home (WFH) dan belajar dari rumah atau Study from Home (SFH).

Anggota Komisi V DPR Syafiuddin mengatakan, saat ini sikap masyarakat masih sangat beragam dalam menyikapi kebijakan tersebut. "Masyarakat ada yang apatis, ada yang masih respek, ada juga yang masih enggak begitu memahami," katanya dihubungi SINDOnews, Kamis (26/3/2020). (Baca juga: Corona Terus Makan Korban, 893 Orang Terinfeksi, 78 Meninggal Dunia)

Hal ini membuat kebijakan WFH belum sepenuhnya dilaksanakan oleh seluruh kalangan masyarakat. Syafiuddin mengatakan, dalam mengatasi persoalan ini, pemerintah seharusnya lebih tanggap, tidak hanya melarang orang keluar rumah, namun harus bisa memberikan solusi, terutama bagi perekonomian masyarakat lapisan bawah. "Mereka masih banyak yang masih berpikir mau makan apa hari ini, mau kerja apa hari ini. Jangan sampai karena takut virus, tapi masyarakat kelaparan. Ini tanggung jawab pemerintah," tuturnya.
(Baca juga: Doni Monardo Ingatkan Pentingnya Social Distancing untuk Cega

Karena itu, politikus PKB ini mengusulkan untuk dilakukan pergeseran anggaran dalam APBN dan APBD dengan memprioritaskan kepentingan yang mendesak. "Sebab kalau kondisi seperti ini dibiarkan maka imbasnya keadaan akan menjadi tidak stabil," urainya.

Disinggung mengenai wacana pemerintah untuk melarang mudik Lebaran 2020 dimana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjadi mitra kerja Komisi V, Syafiuddin mengatakan pemerintah harus membuat kajian yang komprehensif sebelum memutuskan untuk melarang atau membatasi mudik lebaran.

"Pemerintah tidak seharusnya hanya melihat dari satu sisi, tapi harus ada alasan komprehensif. Bagaimana dari sisi ekonominya. Harus tajam pemerintah menganalisasi itu. Ini kan masih ada rentan waktu dua bulan, harus ada solusi dari pemerintah. Kalau pelarangan mudik secara total harus ada solusinya sehingga masyarakat memahami. Misalnya gencarkan sosialisasi. Beri masyarakat pemahaman," katanya.

Syafiuddin mengatakan jika ternyata tren wabah ini terus meningkat maka pihaknya mendukung kebijakan yang akan diambil pemerintah untuk membatasi atau melarang sepenuhnya mudik Lebaran.

"Sementara kita melihat dari data wabah ini meningkat atau tidak. Kedua posisi larangan mudik itu dari daerah mana saja. Seumpama di Jakarta kan memang pusatnya wabah, mungkin kalau ini untuk kepentingan bersama gak masalah dilarang mudik. Namun nanti kalau ada tren penurunan dari grafik mewabahnya virus ini, mungkin opsi kedua bisa diambil. Misalnya boleh mudik tapi tidak dengan angkutan umum tapi dengan mobil pribadi," katanya.

Syafiuddin menyarankan agar dalam mengambil kebijakan pemerintah tidak hanya melarang saja, namun harus dibareng sosialisasi secara masif sehingga masyarakat bisa mengerti bahwa kebijakan tersebut diambil untuk keselamatan bersama.
(cip)
Berita Terkait
Luluk Nur Hamidah Kritisi...
Luluk Nur Hamidah Kritisi Komposisi Paket Bantuan Pangan Corona
Fraksi PKB Ingin E-Voting...
Fraksi PKB Ingin E-Voting Sudah Diterapkan di Pemilu 2024
Ancaman Lost Generation...
Ancaman Lost Generation Nyata, Muhaimin Luncurkan Gerakan Bangkit Belajar
Gantikan Gugus Tugas,...
Gantikan Gugus Tugas, Komite Diminta Lebih Cepat Tangani Covid-19
Jokowi Ajak Lakukan...
Jokowi Ajak Lakukan Lompatan Perubahan, Begini Respons Fraksi PKB
DPR Dukung Kemenkumham...
DPR Dukung Kemenkumham Prioritaskan RKUHP dan RUU PAS Masuk Prolegnas 2021
Berita Terkini
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Infografis
Jokowi Tegaskan Larangan...
Jokowi Tegaskan Larangan Bukber untuk Internal Pemerintah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved