Putus Mata Rantai Corona, Pemerintah Harus Paksa 80% Masyarakat di Rumah

Rabu, 25 Maret 2020 - 19:37 WIB
Putus Mata Rantai Corona,...
Putus Mata Rantai Corona, Pemerintah Harus Paksa 80% Masyarakat di Rumah
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade mengapresiasi langkah-langkah pemerintah untuk menanggulangi wabah virus Corona (COVID-19) . Namun, social distancing saja dinilai tidak cukup memutus mata rantai COVID-19. Menurutnya, pemerintah harus membuat kebijakan untuk memaksa minimal 80% masyarakat tetap di rumah (stay at home).

“Pemerintah harus mempertimbangkan lockdown untuk memutus segera rantai wabah ini, caranya lockdown sebagian aja. Misalnya, satu keluarga yang boleh keluar satu orang untuk beli makanan, supermarket dibuka, apotek dibuka untuk belanja sisanya di dalam rumah. Sehingga ini benar. Karena kita butuh 90% minimal 80% penduduk kita stay at home untuk memutus wabah ini,” kata Andre, Rabu (25/3/2020). (Baca juga: Corona Kian Mengganas, 790 Orang Positif, 58 Meninggal Dunia)

Andre menilai kebijakan pemerintah untuk mengoptimalkan layanan beli barang dan jasa via online itu sudah cukup baik dan membantu masyarakat dalam melakukan social distancing. Hanya saja, masih butuh langkah yang lebih tegas untuk menekan masyarakat agar tetap di rumah. “Pengurangan sudah ada tetapi itu tidak maksimal. Kita harus apresiasi langkah-langkah pemerintah tetapi belum maksimal, belum optimal. Harus tegas dikit,” ujar Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat ini. (Baca juga: Korban Corona Terus Bertambah, Jokowi Didesak Ambil Opsi Lockdown)

Menurut dia, yang menjadi permasalahannya adalah masih banyak kantor yang buka, hal paling terlihat adalah saat di KRL masih banyak orang berdesakan untuk ke kantor dan itu bisa memicu penyebaran.

“Saran saya ke pemerintah lakukan lockdown. Kalau itu bisa kota wujudkan saya yakin awal April bisa kita selesaikan. Dua minggu bukan waktu yang lama dari pada wabah ini terus mengganggu kita,” ucapnya.

Andre menambahkan, jika memang pemerintah tidak siap melakukan lockdown, pemerintah bisa melakukan skema lainnya. Misalnya, menutup seluruh kantor pemerintah, BUMN dan juga swasta. Yang paling penting adalah memastikan 80% masyarakat tetap di rumah.

“Lockdown sebagian aja kalau pemerintah nggak siap, setidaknya seluruh kantor pemerintah diwajibkan tutup. Kecuali yang memang harus hadir di kantor, sisanya online. Begitu juga kantor BUMN dan swasta. Pemerintah harus memaksa 80% penduduk Indonesia stay at home. Karena langkah-langkah yang lain pemerintah sudah on the track,” tandasnya.
(cip)
Berita Terkait
Lewat Sebuah Buku, Desmond...
Lewat Sebuah Buku, Desmond Mahesa Ungkap Seluk-Beluk tentang DPR
Soal Jamu China, Politikus...
Soal Jamu China, Politikus Gerindra Pertanyakan Nasionalisme Satgas DPR
Himbara Jadi Penyangga...
Himbara Jadi Penyangga Likuiditas, Andre Rosiade: Harusnya OJK
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Gelar Diskusi Virtual,...
Gelar Diskusi Virtual, Puan Ajak Parlemen Internasional Lawan Corona
Ketua DPR Ajak Gotong...
Ketua DPR Ajak Gotong Royong Atasi Pandemi Corona
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
El Clasico di Tanah...
El Clasico di Tanah Borneo: Misi Persija Putus Dominasi Persib
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved