Kepala Daerah Positif Corona, Masyarakat Jangan Panik

Jum'at, 20 Maret 2020 - 14:55 WIB
Kepala Daerah Positif...
Kepala Daerah Positif Corona, Masyarakat Jangan Panik
A A A
JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri tidak menyiapkan imbauan khusus kepada masyarakat jika kepala daerahnya positif terkena virus corona atau Covid-19 seperti yang dialami Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

"Tidak ada imbauan khusus ke masyarakat yang didasarkan pada status jabatannya menyangkut protokol pencegahan virus corona. Cara-cara pencegahan virus corona berlaku sama pada semua orang seperti social distancing, pola hidup sehat, olah raga teratur dan menghindari kerumunan ramai," ujar Staf Khusus Mendagri Kastorius Sinaga dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/3/2020).

Khusus untuk kepala daerah, kata Kastorius, berlaku Surat Edaran Mendagri yang meminta agar secara signifikan mengurangi acara rapat, meniadakan sementara perjalanan dinas bila tidak sangat urgen dan dilarang ke luar negeri.

"Kepala daerah juga diminta proaktif memantau dan menunda kegiatan-kegiatan sosial keagamaan dan budaya yang menghimpun orang banyak di daerahnua untuk mencegah penularan virus corona," jelasnya.

Sama seperti yang lain, lanjut Kastorius, kepala daerah yang terinfeksi positif virus corona harus segera mengisolasi diri di dalam perawatan intensif sesuai dengan protokol penanganan medis rumah sakit rujukan perawatan virus corona. (Baca juga: Imam Besar Masjid Istiqlal Beberkan Alasan Ditiadakannya Salat Jumat 2 Pekan ).

"Dan orang-orang yang berinteraksi dengan kepala daerah atau pejabat yang terinfeksi segera melaporkan diri ke petugas kesehatan RS rujukan untuk segera diperiksa dan dimasukkan ke dalam kategori pengawasan dan sesegera mungkin mengambil tindakan, seperti self isolation, sesuai protokol medis," ungkapnya.

Kemendagri juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik bila kepala daerahnya dikabarkan positif terkena virus corona. Sebab, telah ada mekanisme yang mengatur fungsi pemerintahan.

"Dan pelayanan publik terjamin berlangsung terus di saat kepala daerah berhalangan sementara akibat izin sakit," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemkot Bogor resmi mengumumkan hasil tes swab Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Kamis (19/3/2020). Bima dinyatakan positif virus corona (COVID-19). (Baca juga: Positif Corona, Wali Kota Bogor Diisolasi di RSUD Kota Bogor ).
(zik)
Berita Terkait
Kemendagri Minta Pemda...
Kemendagri Minta Pemda Serius Tangani Wabah Virus Corona
Kemendagri: Pemda Harus...
Kemendagri: Pemda Harus Serius Tangani Wabah Virus Corona
FAO Ingatkan Ancaman...
FAO Ingatkan Ancaman Krisis Pangan, Jokowi Minta Kepala Daerah Antispasi
Kemendagri Prediksi...
Kemendagri Prediksi Realokasi Anggaran dari Pemda Meningkat
Realokasi APBD, Belanja...
Realokasi APBD, Belanja Barang/Jasa dan Modal Dirasionalisasi Minimal 50%
Kemendagri Optimistis...
Kemendagri Optimistis Pilkada Serentak Digelar Desember 2020
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Harta Kekayaan Ivan...
Harta Kekayaan Ivan Yustiavandana, Kepala PPATK yang Blokir Rekening Nganggur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved