Segera Antisipasi Dampak Sistemik

loading...
Segera Antisipasi Dampak Sistemik
Segera Antisipasi Dampak Sistemik
A+ A-
Perekonomian nasional tampaknya akan lebih rendah dibandingkan periode-periode sebelumnya. Dampak wabah korona sudah semakin nyata dan mulai memukul perekonomian nasional.

Nilai tukar rupiah menggunakan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate atau JISDOR sudah di posisi Rp 15.900 per dolar AS. Sedangkan kurs jual di bank-bank besar seperti BCA, BRI dan Bank Mandiri sudah menembus Rp16 ribu per dollar AS. Terpuruknya nilai tukar rupiah tersebut terburuk sejak krisis ekonomi yang menghantam negeri ini pada 1998 lalu.

Tak hanya nilai tukar, pasar saham pun terus menunjukkan tren negatif. Bahkan, otoritas bursa beberapa kali melakukan penghentian aktivitas perdagangan agar indeks harga saham gabungan (IHSG) tak terjerembab terlalu dalam. Tentunya kondisi yang tidak baik-baik saja itu akan memengaruhi perekonomian nasional.

Lembaga pemeringkat Moody’s telah menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 4,9% menjadi 4,8%. Seperti halnya China, asal wabah korona, jika tak diantisipasi, rantai pasokan terganggu dan tak akan mampu memenuhi permintaan konsumsi domestik yang pasti akan meningkat.



Sektor pariwisata dan perdagangan sudah mengalami pelemahan terbesar. Restoran dan hotel sudah merasakan dampak penurunan okupansi. Hal ini membuat perusahaan melakukan efisiensi.Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) pun mulai terjadi. Penanganan wabah virus yang terlihat kedodoran semakin memperburuk kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha kepada pemerintah.

Arus keluar modal asing semakin deras. Hal ini membuat Bank Indonesia (BI) terpaksa merogoh uang dalam jumlah sangat besar untuk melakukan pembelian terhadap Surat Berharga Negara (SBN) yang dijual oleh investor asing. Jumlahnya tak tanggung-tanggung menembus Rp195 triliun.

Kondisi perekonomian nasional memang sedang menghawatirkan. Apalagi, belum ada langkah-langkah konkrit dari pemerintah untuk mengatasi maslah yang terjadi dan gejolak yang akan terjadi di masa mendatang. Protokol penanganan krisis belum maksimal, dan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah yang terkadang tak seiring sejalan.



Namun demikian, kondisi yang terjadi saat ini tak hanya dialami bangsa ini saja, tetapi juga bangsa-bangsa lain di seluruh dunia. Karenanya, perlu segera dilakukan langkah-langkah antisipatif yang konkrit untuk meredam kejatuhan perekonomian nasional lebih dalam lagi.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top