Status Darurat Corona Virus Diperpanjang, Ini Penjelasan BNPB

Selasa, 17 Maret 2020 - 16:57 WIB
Status Darurat Corona...
Status Darurat Corona Virus Diperpanjang, Ini Penjelasan BNPB
A A A
JAKARTA - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo mengatakan perpanjangan masa status darurat virus Corona hingga tanggal 29 Mei 2020 karena skala penyebarannya semakin meluas.

“Karena ini (virus Corona) skalanya makin besar dan presiden memerintahkan untuk melakukan percepatan, maka ada perpanjangan status lagi, status karena keadaan tertentu,” ujar Agus dalam Konferensi Pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (17/3/2020). (Baca juga: Update, Jumlah Positif Corona di Indonesia Menjadi 172 Orang )

Agus mejelaskan penetapan status darurat ini karena keadaan tertentu. Seperti saat penanganan pemulangan Warga Negara Indonesia dari Wuhan China akibat virus Corona.

“Pertama bahwa keadaan tertentu penanganan darurat itu yang ditetapkan oleh Kepala BNPB pada tanggal 28 Januari pada saat rapat koordinasi di Kementerian PMK untuk memulangkan saudara-saudara kita ini ada di Wuhan China. Jadi saat itu diperlukan status ini karena pada saat itu belum ada di daerah maupun pemerintah pusat menentukan status keadaan darurat,” jelasnya.

Jadi status keadaan darurat, kata Agus, ada tiga yang pertama status siaga darurat yaitu kalau bencana belum terjadi, kemudian pada status tanggap darurat yakni pada saat status bencana terjadi dan status darurat transisi yaitu darurat ke pemulihan. “Itu semuanya adalah satu keadaan darurat,” ucapnya.

“Karena pada saat itu kita perlu bekerja dengan cepat kita dukungan operasi yang tepat. Sehingga atas persetujuan dari Menko PMK saat itu disetujui untuk Kepala BNPB mempunyai kewenangan mengeluarkan status keadaan tertentu darurat penanggulangan penyakit Corona virus ini atau COVID 19 ini. Sehingga ditentukan tanggal 28 Januari sampai dengan tanggal 28 Februari 2020,” papar Agus. (Baca juga: Corona Mewabah, PKS Kritik Pemerintah Soal 49 TKA China Masuk ke Kendari)

Kemudian, diperpanjang lagi karena sampai saat ini belum ada daerah-daerah yang melakukan penetapan status keadaan darurat. “Sehingga BNPB perlu memperpanjang lagi dari tanggal 29 Februari sampai tanggal 29 Mei 2020. Jadi diperpanjang lagi supaya lebih fleksibel karena kita nunggu daerah-daerah yang melakukan atau mengeluarkan status darurat,” tegasnya.
(kri)
Berita Terkait
Jangan Kaget jika Jumlah...
Jangan Kaget jika Jumlah Positif Corona Naik Pekan Depan, Ini Penyebabnya
Sejumlah Langkah BNPB...
Sejumlah Langkah BNPB Antisipasi Corona di Tengah Bencana NTT dan NTB
Komite II DPD Rapat...
Komite II DPD Rapat Virtual dengan BNPB
Saat Pandemi Corona,...
Saat Pandemi Corona, Banjir Terjang Ratusan Rumah di Sejumlah Wilayah
BNPB Ajak 115 Organisasi...
BNPB Ajak 115 Organisasi Sinergi Penanggulangan Bencana dan Atasi Corona
Temukan Kasus Positif...
Temukan Kasus Positif Corona, Pemerintah Target Tes PCR 10 Ribu Per Hari
Berita Terkini
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Kasus Dadan Cs, Saut...
Kasus Dadan Cs, Saut Situmorang: Semua hingga Eselon Terkecil Harus Bertanggung Jawab
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Sahroni: Urusin HAM Saja
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved