Dokkes Polri Diminta Redam Kepanikan Warga Terkait Corona dan Masker

Sabtu, 07 Maret 2020 - 15:15 WIB
Dokkes Polri Diminta...
Dokkes Polri Diminta Redam Kepanikan Warga Terkait Corona dan Masker
A A A
JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menyatakan, dalam kondisi dimana masyarakat mengalami panik berlebihan, sulit bagi pemerintah dan aparat kepolisian untuk bertindak. Termasuk dalam menindak pelaku dugaan penimbun masker akibat wabah virus Corona. (Baca juga: Cegah Penimbunan Masker, Pemerintah Diminta Komunikasi dengan Produsen)

"Tindakan ideal apapun yang dilakukan aparatur seakan tidak berarti di tengah kepanikan masyarakat yang tingkat tinggi. Yang ada masyarakat memborong apa saja untuk kepentingan dirinya dan keluarganya, seolah esok akan kiamat," ujar Neta saat dihubungi SINDOnews, Sabtu (7/3/2020).

Menurut Neta, sikap ego sektoral dan kepanikan tingkat tinggi ini harus segera di atasi pemerintah. Misalnya dengan menghimpun komunitas-komunitas di masyarakat dan melakukan sosialisasi di arena kegiatan masyarakat seperti car free day (CFD) dengan kampanye tidak perlu panik dengan wabah Corona, namun semua pihak diimbau tetap waspada dan bersatu mengatasinya. (Baca juga: Pemerintah Diminta Serius Tindak Oknum Penimbun Masker)

"Dalam kampanye itu polisi, lewat Tim Dokkesnya (Kedokteran dan Kesehatan) juga ikut memberikan penerangan-penerangan kepada publik tentang virus Corona, bagaimana mencegahnya dan di mana pusat-pusat pelayanan untuk berkonsultasi," ungkapnya.

Lebih lanjut Neta menyatakan, dengan berbagai tindakan sosialisasi tersebut diharapkan masyarakat merasa nyaman dan tidak terjadi kepanikan. Selama ini, secara tidak langsung tindakan polisi ikut membuat masyarakat menjadi panik.

"Ekspos polisi yang besar besaran yang di mana-mana polisi menangkap aksi penimbunan masker secara tidak langsung sudah membuat masyarakat panik. Sehingga masyarakat khawatir tidak kebagian masker dan melakukan aksi borong dan menimbun masker di rumahnya, padahal belum tentu dia memerlukan masker yang begitu banyak," ungkapnya.

Sebab itu pula, kata Neta, pola publikasi dan pencitraan polisi perlu diubah agar tidak membuat masyarakat panik. Menurutnya, polisi perlu tetap menangkap para penimbun masker, tapi tak perlu dipublikasi besar-besaran.

Sebaliknya, sambung dia, justru yang perlu dipublikasi besar-besaran adalah peran Dokkes Polri dalam memberi penjelasan tentang virus Corona kepada masyarakat di berbagai kota, sehingga masyarakat merasa tenang dan nyaman.

"Selama wabah Corona muncul Dokkes Polri sama sekali tidak muncul yang dimunculkan justru penangkapan-penangkapan penimbun masker. Padahal, sebagai pelayan dan pelindung masyarakat, saat seperti inilah seharusnya Dokkes Polri muncul menunjukkan peran dan fungsinya," katanya.
(cip)
Berita Terkait
IPW Pertanyakan Banyaknya...
IPW Pertanyakan Banyaknya Pati Polri yang Isi Kementerian dan Lembaga
IPW Minta Jenderal Polisi...
IPW Minta Jenderal Polisi Aktif Tidak Merambah Kursi Kementerian
IPW Desak Polri Bebaskan...
IPW Desak Polri Bebaskan Ruslan Buton, Ini Alasannya
Awasi Kinerja Polri,...
Awasi Kinerja Polri, Peran dan Fungsi Kompolnas Perlu Diperkuat
IPW Nilai Jokowi Sangat...
IPW Nilai Jokowi Sangat Memanjakan Polisi
IPW Minta Usut Tuntas...
IPW Minta Usut Tuntas Penghapus Red Notice Djoko Tjandra
Berita Terkini
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved