Perang terhadap Virus Corona Dimulai, Ini Imbauan PBNU

Senin, 02 Maret 2020 - 19:12 WIB
Perang terhadap Virus...
Perang terhadap Virus Corona Dimulai, Ini Imbauan PBNU
A A A
JAKARTA - Munculnya dua kasus positif Corona di Indonesia harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat. Ketua PBNU Bidang Kesehatan dr Syahrizal Syarif mengatakan, perang yang sesungguhnya terhadap Virus Corona baru saja dimulai. Diperlukan sejumlah langkah yang harus dilakukan.

Pertama, perlu dibentuk tim khusus di tingkat nasional dan dukungan anggaran yang jelas untuk melakukan tugas deteksi dini penemuan terduga Corona di pintu masuk seperti bandara, laut dan perbatasan. "Perlu alat angkut ambulans yang memenuhi syarat alat angkut pasien terduga, surveilans aktif, penelusuran kontak," katanya, Senin (2/3/2020).

Bagi rumah sakit, perlu peningkatan kemampuan pengambilan dan pengiriman spesimen yang tepat. Selain itu, kesiapan ruang isolasi yang memadai. Para petugas kesehatan, medik, dan paramedik perlu memperhatikan keselamatan diri dalam pelayanan dan melakukan surveilans aktif gejala flu, dengan perhatian khusus untuk kasus broncho-pneumonia dan pneumonia.

"Masyarakat perlu menjaga kebersihan. Batalkan kunjungan ke negara-negara terjangkit yang parah seperti Korea Selatan, Iran, dan Italia. Sering mencuci tangan, hindari kerumunan di daerah yang ada kasus konfirmasi, misalnya Kota Depok," katanya. (Baca juga: Harga Masker Meroket, Menkes Sebut Hukum Pasar ).

Selain itu, masyarakat dianjurkan untuk memakai masker kalau batuk pilek, makan dan tidur yang cukup. "Ikuti ketentuan dan pengaturan yang nantinya akan diatur pemerintah jika situasi bertambah buruk," paparnya.

Syahrizal mengatakan, adanya dua kasus Virus Corona di Indonesia menjawab tiga hal yang beredar di masyarakat. Pertama, bahwa tidak benar genetik Indonesia kenal Covid-19. Kedua, tidak benar iklim tropis membuat virus tidak bisa hidup. Ketiga, menepis keraguan bahwa Laboratorium Litbangkes tidak mampu mendiagnosis Covid-19.

"Munculnya dua kasus ini sebenarnya tidak perlu mengejutkan di tengah kenyataan bahwa wabah global yang berasal dari Wuhan, China dan memasuki minggu ke-9 ini telah menyebar ke 64 negara dan wilayah, serta satu kapal pesiar. Hanya soal waktu Indonesia mempunyai kasus konfirmasi," ujarnya. (Baca juga: Menkes Sebut Anggaran Penanganan Pasien Corona Tak Terbatas ).
(zik)
Berita Terkait
Corona Masih Melanda,...
Corona Masih Melanda, PBNU Tunda Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama
Menkes Berharap PBNU...
Menkes Berharap PBNU Turut Sukseskan Program Vaksinasi Corona
Pengurus Besar Nahdlatul...
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Mengecam Keras Tindakan Aparat Kepolisian Israel
Pandemi Corona, LPBI...
Pandemi Corona, LPBI NU Sebut Perempuan Berperan Penting Menjaga Keluarga
Menlu Sebut NU Miliki...
Menlu Sebut NU Miliki Peran Penting Dalam Penanganan Corona
Rapid Test Mahal, IPNU...
Rapid Test Mahal, IPNU Minta Pemerintah Fasilitasi Kesehatan di Pesantren
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved