Arab Saudi Tutup Pengajuan Visa Umrah Sejak Subuh Tadi

Kamis, 27 Februari 2020 - 10:39 WIB
Arab Saudi Tutup Pengajuan...
Arab Saudi Tutup Pengajuan Visa Umrah Sejak Subuh Tadi
A A A
JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi bertindak cepat menindaklanjuti kebijakan penangguhan jamaah umrah dari sejumlah negara untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona jenis baru, COVID-19. Pengajuan visa melalui I-Umrah per hari ini sudah tidak bisa dilakukan.

"Per tadi malam jam 01.00 (waktu Arab Saudi), di sini jam 5 subuh," ujar Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia (SAPUHI), Syam Resfiadi saat dikonfirmasi SINDOnews, Kamis (27/2/2020). (Baca juga: Politikus PDIP Harap Calon Jamaah Pahami Keputusan Arab Larang Umrah )

Menurutnya, tidak ada pemberitahuan sama sekali terkait penghentian sementara jamaah umrah oleh Arab Saudi. Syam mengaku mengetahuinya dari kabar di internet.

Selain itu, kebijakan itu juga diketahui dari sistem I-Umrah untuk penginputan visa umrah. Data yang sudah dimasukkan tidak bisa diproses dan terhapus semua.

"Yang kemarin belum. Artinya visa kemarin yang sudah on, insya Allah sampai seminggu, dua minggu sebelumnya, karena 15 hari batas keberangkatan, masih bisa berangkat (umrah)," katanya. (Baca juga: Moratorium Jamaah Umrah, HIMPUH Belum Terima Pemberitahuan Resmi )

Syam memastikan hari ini seluruh embarkasi di Indonesia dan dunia masih memberangkatkan jamaah umrah yang telah mengantongi visa. Sebab, hingga saat ini tidak ada larangan airlines terbang ke Arab Saudi.

"Saya punya jamaah dengan Oman Air dan Garuda. Insya Allah berangkat hari ini juga. Belum ada penolakan dari konter," katanya.

Meski hanya bisa pasrah, tapi Syam cukup menyesalkan penangguhan jamaah umrah tanpa sosialisasi sama sekali. Sebab, jumlah jamaah umrah dari Indonesia sangat banyak.

Itu dibuktikan, rata-rata setiap bula ada 110.000 antrean bisa umrah. Dengan adanya penangguhan ini akan banyak sekali jamaah yang tertunda berangkat. (Baca juga: DPR Kaget Arab Saudi Tangguhkan Ibadah Umrah karena Virus Corona )

"Dari 110.000 (antrean visa umrah), kalau kita tarik ke belakang 15 hari masa validnya, kurang lebih 50.000-60.000 jamaah umrah Indonesia masih bisa berangkat. Setelah dua minggu ke depan sudah pasti kosong, nol," kata Syam yang berharap moratorium tidak berlangsung lama.
(kri)
Berita Terkait
Pemerintah Batalkan...
Pemerintah Batalkan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2020
Skenario Haji 2020,...
Skenario Haji 2020, Dipangkas 50% atau Batal
Breaking News: Pemerintah...
Breaking News: Pemerintah Batalkan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2020
Haji Batal, Ongkos Haji...
Haji Batal, Ongkos Haji Bisa Ditarik
Kemenkes Saudi Tugaskan...
Kemenkes Saudi Tugaskan Seorang Pengawas Kesehatan untuk Tiap 50 Jamaah Haji
Komnas Haji dan Umrah...
Komnas Haji dan Umrah Apresiasi Sikap Tegas Menag Batalkan Haji 2020
Berita Terkini
Menag Sebut Pesantren...
Menag Sebut Pesantren Sekolah Paling Aman Dunia dan Akhirat
Said Aqil Siradj: Kebangkitan...
Said Aqil Siradj: Kebangkitan Umat Harus Dimulai dari Penguatan Iman yang Hakiki
Dharma Pongrekun Tanggapi...
Dharma Pongrekun Tanggapi Kemenkes: Kalau Semua Sudah Konstitusional, Mengapa Masih Perlu Meyakinkan Publik?
PM Singapura Lawrence...
PM Singapura Lawrence Wong Bertemu Presiden Prabowo Besok, Ini yang Dibahas
IM57+ Desak KPK Usut...
IM57+ Desak KPK Usut Tuntas Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut
Wamenkomdigi Sebut 3...
Wamenkomdigi Sebut 3 dari 5 Anak Palsukan Usia untuk Akses Medsos
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved