Muluskan RUU Ciptaker, Pemerintah Dekati Parpol Nonpemerintah

Kamis, 27 Februari 2020 - 04:43 WIB
Muluskan RUU Ciptaker,...
Muluskan RUU Ciptaker, Pemerintah Dekati Parpol Nonpemerintah
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim, Rancangan Undang-Undang Omnibus Law tentang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) telah didukung 75% kekuatan DPR atau seluruh partai pendukung pemerintah.

(Baca juga: Diundang Menko Polhukam Rakorsus, KSPI Minta Omnibus Law Dikaji Ulang)

Karena itu, pihaknya akan mendekati parpol non-pemerintah saja. "Proses politik sedang berjalan," kata Airlangga di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

"Salah satunya kemarin kami ketemu dengan PKS, dan PKS setuju dengan transformasi struktural dan secara prinsip mendukung omnibus law baik perpajakan, maupun cipta kerja," tambahnya.

Karena kata menteri asal Partai Golkar ini, perpajakan dan Cipta Kerja ini satu paket. Seluruh insentifnya ada di Perpajakan dan strukturnya ada di Cipta Kerja.

Terkait pendekatan ke parpol lainnya, Ketua Umum Partai Golkar ini mengklaim, partai politik (parpol) lain sudah mendukung, khususnya dari pendukung pemerintah.

"Kan tim yang lain sudah, kan catatan juga, pemerintah didukung oleh 75 persen kursi di DPR. Yang 75 persen udah sekarang tinggal yang belum 75 persen,” akunya.

Terkait sosialisasi yang dinilai belum maksimal, Airlangga menyebut bahwa pemerintah akan memulai sosialiasi setelah Surpres (Surat Presiden) telah dibuat. Bahkan, di beberapa tempat sudah mulai berjalan.

"(Sosialisasi) Secara pararel dengan proses politik di DPR," imbuhnya.

Soal Pasal 166 dan 170 yang dikritisi dan disebut salah ketik, Airlangga menjelaskan bahwa hal itu akan dibahas kembali karena, dalam pembahasan RUU akan ada harmonisasi, pembulatan dan sinkronisasi dengan aturan perundang-undangan lainnya sehingga, dia memastikan bahwa tidak ada ketentuan yang akan melanggar konstitusi.

"Tentu namanya undang-undang, semua pasal itu bisa diharmonisasi itu biasa-biasa saja. Jadi tidak ada yang khusus," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Undang-undang Cipta...
Undang-undang Cipta Kerja Harus Jamin Pacu Ekonomi
Nasdem Anggap Omnibus...
Nasdem Anggap Omnibus Law Cipta Kerja Solusi Hadapi Krisis
Giliran Para Akademisi...
Giliran Para Akademisi Menolak Omnibus Law Cipta Kerja
Empat Mukjizat Omnibus...
Empat 'Mukjizat' Omnibus Law Versi Bahlil
Presiden Jokowi Resmi...
Presiden Jokowi Resmi Teken Undang-undang Cipta Kerja
Menimbang Omnibus Law...
Menimbang Omnibus Law Cipta Kerja
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
Mel Gibson Serukan Pemerintah...
Mel Gibson Serukan Pemerintah AS Bongkar Kebenaran Serangan 9/11
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved