Demokrat Heran Usulan Pansus Jiwasraya Mandek

Kamis, 20 Februari 2020 - 18:41 WIB
Demokrat Heran Usulan...
Demokrat Heran Usulan Pansus Jiwasraya Mandek
A A A
JAKARTA - Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah mengajukan usulan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Skandal Jiwasraya yang merugikan keuangan negara lebih dari Rp13,7 triliun.

Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut. Padahal, surat permohonan sudah diterima pimpinan DPR. Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR Syarif Hasan merasa heran usulan pembentukan Pansus Jiwasraya mandek di pimpinan DPR.

“Pertanyaannya setelah (surat pengajuan-red) diserahkan ke pimpinan, kok agak mandek. Saya enggak tahu apa karena jalan 'tolnya' ditutup atau ada hujan? Tapi saya kira kondisinya baik-baik saja. Ya kami minta dilanjutkan,” ujar Syarief Hasan saat berbicara dalam diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema Tarik Ulur Pansus Jiwasraya, Siapa yang Berkepentingan? di Media Center MPR/DPR RI, Gedung Nusantara III Parlemen, Senayan, Kamis (20/2/2020).

Menurut Wakil Ketua MPR ini, semua kasus yang merugikan negara harus diungkap melalui pansus sehingga dasar untuk menindaklanjuti kinerja dan substansinya memiliki payung hukum yang lebih mengikat.

“Kasus Jiwasraya ini kerugian negara Rp13,7 triliun lebih, sekarang sudah berkembang hampir Rp17 triliun. Kami berpandangan bahwa untuk mengungkapkan secara transparan hanya bisa lewat pansus karena lintas fraksi dan komisi. Itu punya satu pemahaman dan kinerjanya pasti akan lebih baik,” katanya. (Baca juga: Soal Usulan Pansus Jiwasraya, Pimpinan DPR: Jangan Suudzon )

Syarif mengatakan, pengajuan pembentukan pansus sudah dilakukan dua fraksi dengan jumlah yang menandatangani 104 orang. Padahal syarat minimal Cuma 25 orang dari satu fraksi.

“Kami menyadari secara politis ini banyak hambatan, tetapi ini demokrasi. Proses-proses yang sudah ditetapkan bersama harus dilanjutkan dan usulan ini sudah diterima pimpinan DPR sehingga harus ditindaklanjuti. Semua surat-surat yang masuk harus disampaikan ke paripurna,” tuturnya.

Dengan melalui pansus, kata Syarief, saksi-saksi atau ahli yang dipanggil akan tersumpah sehingga apa yang disampaikan betul-betul tidak ada yang disembunyikan.

“Kalau melalui pansus semua bisa diungkapkan ke masyarakat, siapa dalangnya, mengapa terjadi, berapa sesungguhnya kerugian negara, dan uang dari kasus ini bisa dideteksi kemana mengalirnya. Ini perlu dijelaskan ke masyarakat karena banyak rumor-rumor. Kalau panja kan sifatnya tertutup sehingga apa yang dilakukan semasa masa persidangan tak terungkap,” katanya.
(dam)
Berita Terkait
Sudah Setahun, Demokrat-PKS...
Sudah Setahun, Demokrat-PKS Pertanyakan Nasib Pansus Jiwasraya di Paripurna
Forum Pensiunan BUMN...
Forum Pensiunan BUMN Nasabah Jiwasraya Mengadu ke Fraksi PDIP
Benny Tjokro Divonis...
Benny Tjokro Divonis Seumur Hidup, Gerindra Ingatkan Hak Nasabah
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Mantan Bendum Partai...
Mantan Bendum Partai Demokrat M. Nazaruddin Hari Ini Bebas Murni
Jaksa Sebut Benny Tjokro...
Jaksa Sebut Benny Tjokro dan Lima Terdakwa Rugikan Negara Rp16,8 Triliun
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Indonesia Tolak Usulan...
Indonesia Tolak Usulan Investasi Apple Rp1,58 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved