Forum Pensiunan BUMN Nasabah Jiwasraya Mengadu ke Fraksi PDIP

loading...
Forum Pensiunan BUMN Nasabah Jiwasraya Mengadu ke Fraksi PDIP
Forum Pensiunan BUMN Nasabah Jiwasraya (FPBNJ) audiensi dengan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 7 April 2021. Foto/Rico Afrido
JAKARTA - Forum Pensiunan BUMN Nasabah Jiwasraya (FPBNJ) audiensi dengan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 7 April 2021. Audiensi itu membahas beberapa permasalahan yang terjadi dalam restrukturisasi Polis Jiwasraya.

Baca juga: Awas! LPI Jangan Bernasib Sama dengan Jiwasraya atau Asabri

Kedatangan mereka diterima beberapa Legislator PDIP, Andreas Eddy Susetyo, Masinton Pasaribu dan Sihar Sitorus. Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Direksi IFG (Indonesia Financial Group) juga hadir dalam pertemuan itu.

Baca juga: Soal Sita Aset Kasus Jiwasraya, Pakar Minta Perlu Dilakukan dengan Cermat

Dalam audiensi itu, Ketua Forum Pensiunan BUMN Nasabah Jiwasraya Syahrul Tahir, kembali mempertanyakan tiga opsi restrukturisasi Jiwasraya yang sangat merugikan nasabah pensiunan BUMN, yang berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 11 tahun 1992 tentang Dana Pensiun.



"Kami datang dalam audiensi ini untuk menyampaikan aspirasi jeritan jutaan pensiunan BUMN yang selama aktif bekerja, mengumpulkan dari gaji kami yang dipotong, wajib untuk mengikuti tunjangan hari tua sesuai undang-undang yang ditempatkan di PT Asuransi Jiwasraya dibawah pengelolaan BUMN RI," ujar Syahrul, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Pengamat Dorong Pengungkapan Kasus Jiwasraya Harus dari Hulu ke Hilir

Dirinya pun menyampaikan pandangannya mengenai pemotongan uang pensiunan bulanan yang besarnya mencapai 74 % dari yang diterima saat ini. Kata dia, pemotongan itu akan sangat memberatkan ekonomi dan kehidupan para pensiunan yang dulu telah ikut berjasa memajukan negara melalui pengabdiannya di perusahaan negara.

Jiwasraya juga diminta oleh pemerintah agar pemegang saham melakukan top-up anuitas Jiwasraya bagi pensiunan persero BUMN senilai Rp4,6 Triliun.

Sementara itu, Legislator PDIP di Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengaku turut berempati terhadap nasib forum pensiunan BUMN nasabah Jiwasraya. Dirinya pun heran karena pemotongan dana pensiun bisa mencapai 74 persen, karena seharusnya hak pensiunan tidak dikurangi seperti tercantum dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 1992.



Fraksi PDIP juga meminta agar dilakukan duduk bersama antara FPBNJ dengan Jiwasraya untuk mencari jalan keluar sesuai dengan penjelasan OJK yang mengatakan harus ada persetujuan dari pihak nasabah.

"Untuk memberikan waktu yang cukup bagi Jiwasraya dan Forum Pensiunan BUMN untuk menemukan formulasi solusi yang sama- bisa diterima kedua belah pihak," kata Andreas.

Di pertemuan itu, Forum Pensiunan BUMN Nasabah Jiwasraya mengusulkan agar batas waktu persetujuan restrukturisasi polis anuitas yang ditetapkan Jiwasraya tanggal 30 April 2021 diundur, mengingat umumnya pensiunan BUMN sedang melakukan sosialisasi kepada pihak jiwasraya.

"Serta merekomendasikan agar Polis Anuitas Pensiunan dikecualikan dari program Restrukturisasi polis Jiwasraya, dan tiidak keberatan terhadap pengelolaan polis nantinya dialihkan kepada IFG Life yang akan menggantikan peran Jiwasaraya, dengan kondisi lebih baik," pungkas Syahrul.
(maf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top