Karantina 238 WNI dari Wuhan, Pemerintah Harus Yakinkan Pihak Keluarga
Senin, 03 Februari 2020 - 06:36 WIB
Karantina 238 WNI dari Wuhan, Pemerintah Harus Yakinkan Pihak Keluarga
A
A
A
JAKARTA - Langkah pemerintah dalam memulangkan 238 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China mendapatkan apresiasi dari Komisi IX DPR. Namun, pemerintah juga perlu meyakinkan para WNI tersebut dan juga pihak keluarga bahwa proses karantina di Natuna dilakukan demi kebaikan 238 WNI tersebut dan masyarakat secara luas.
“Saya mengapresiasi langkah pemerintah untuk menjemput warga negara kita yang ada di sana. Karena, mereka juga yang ada di sana khawatir, apakah mereka sudah nyaman atau tidak nyaman. Dan setelah pulang ke Indonesia mereka diharapkan lebih tenang kemudian keluarganya yang ada di Indonesia juga lebih tenang karena nanti bisa berkumpul dengan keluarganya,” ujar Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay saat dihubungi SINDOnews, Minggu (2/2/2020). (Baca juga: Jadi Tempat Isolasi, DPR Imbau Warga Natuna Tetap Tenang )
Saleh berharap bahwa pemerintah dapat melakukan segala hal yang berkaitan dengan pencegahan virus Corona ini secara benar, termasuk juga memastikan bahwa tenaga medis dan psikiater di tempat karantina sudah mencukupi untuk mengurus 238 orang di sana, berikut kebutuhan mereka sehari-hari.
“Ada 238 warga negara yang sudah pulang, kemudian kebutuhannya selama masa karantina dipenuhi. Kebutuhan macem-macem, ada tenaga medis, alat-alat kesehatan, termasuk sandang pangan dan penginapannya,” pinta Saleh.
Selain itu, kata Wakil Ketua Fraksi PAN DPR ini, pemerintah juga harus meyakinkan 238 WNI yang dikarantina serta pihak keluarga bahwa tindakan karantina ini dilakukan bukan untuk mengucilkan mereka, tetapi guna memastikan semuanya dalam keadaan baik dan sehat, demi kepentingan bersama. (Baca juga: Menkes Pastikan Ratusan WNI dari Wuhan Sehat )
“Pemerintah harus meyakinkan kepada keluarga bahwa langkah yang dilakukan adalah langkah yang benar. Bagi yang dikarantina diminta untuk bersabar bahwa yang dilakukan bukanlah untuk mengucilkan mereka tetapi justru untuk membawa manfaat yang lebih besar untuk mereka sendiri dan tentu juga masyarakat lainnya,” tuturnya.
“Saya mengapresiasi langkah pemerintah untuk menjemput warga negara kita yang ada di sana. Karena, mereka juga yang ada di sana khawatir, apakah mereka sudah nyaman atau tidak nyaman. Dan setelah pulang ke Indonesia mereka diharapkan lebih tenang kemudian keluarganya yang ada di Indonesia juga lebih tenang karena nanti bisa berkumpul dengan keluarganya,” ujar Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay saat dihubungi SINDOnews, Minggu (2/2/2020). (Baca juga: Jadi Tempat Isolasi, DPR Imbau Warga Natuna Tetap Tenang )
Saleh berharap bahwa pemerintah dapat melakukan segala hal yang berkaitan dengan pencegahan virus Corona ini secara benar, termasuk juga memastikan bahwa tenaga medis dan psikiater di tempat karantina sudah mencukupi untuk mengurus 238 orang di sana, berikut kebutuhan mereka sehari-hari.
“Ada 238 warga negara yang sudah pulang, kemudian kebutuhannya selama masa karantina dipenuhi. Kebutuhan macem-macem, ada tenaga medis, alat-alat kesehatan, termasuk sandang pangan dan penginapannya,” pinta Saleh.
Selain itu, kata Wakil Ketua Fraksi PAN DPR ini, pemerintah juga harus meyakinkan 238 WNI yang dikarantina serta pihak keluarga bahwa tindakan karantina ini dilakukan bukan untuk mengucilkan mereka, tetapi guna memastikan semuanya dalam keadaan baik dan sehat, demi kepentingan bersama. (Baca juga: Menkes Pastikan Ratusan WNI dari Wuhan Sehat )
“Pemerintah harus meyakinkan kepada keluarga bahwa langkah yang dilakukan adalah langkah yang benar. Bagi yang dikarantina diminta untuk bersabar bahwa yang dilakukan bukanlah untuk mengucilkan mereka tetapi justru untuk membawa manfaat yang lebih besar untuk mereka sendiri dan tentu juga masyarakat lainnya,” tuturnya.
(kri)