Video tentang Negara Rakyat Nusantara Disebut Hanya untuk Penelitian

Jum'at, 31 Januari 2020 - 14:48 WIB
Video tentang Negara...
Video tentang Negara Rakyat Nusantara Disebut Hanya untuk Penelitian
A A A
JAKARTA - Rekan Yudi Syamhudi Suyuti, pendiri Negara Rakyat Nusantara menyebutkan bahwa tuduhan Yudi berbuat makar tidaklah terbukti. Sebabnya, video tentang pernyataannya itu hanyalah sebuah penelitian belaka.

Pendiri Sekretariat Kampanye UNWCI Indonesia Hartsa Maahirul mengatakan, Yudi sejatinya tak layak dituduh melakukan makar atas pernyataannya yang menjadi viral di media sosial tersebut. Sebab, apa yang disampaikan Yudi di video itu merupakan salah satu cara baginya dalam melakukan penelitian terhadap orang atau masyarakat yang ingin melepaskan diri dari NKRI.

"Itu cara Mas Yudi mendekati saudara sebangsa yang tidak percaya atau tidak mau adanya pemerintahan Indonesia. Mas Yudi ingin ikut dan seolah-olah jadi seperti mereka sehingga bisa wawancara dan mendapatkan informasi yang jadi dasar penelitian," ujarnya kepada wartawan, Jumat (31/1/2020). (Baca juga: Polisi Selidiki Video Viral Negara Rakyat Nusantara ).

Menurutnya, video itu dibuat Yudi dengan maksud hendak masuk ke dalam kelompok yang ingin melepaskan diri dari NKRI. Setelah itu, Yudi berniat mewawancarai kelompok tersebut untuk mengetahui alasan kelompok tersebut ingin memisahkan diri dari NKRI.

Maka itu, kata dia, perbuatan temannya itu justru bentuk kecintaannya terhadap NKRI. Jika nantinya berhasil masuk dalam kelompok anti-NKRI itu, Yudi pun akan membuat resolusi agar kelompok tersebut dapat kembali ke Indonesia.

"Video itu hanya pintu masuk penelitian beliau karena dengan cara normal siapa yang terima. Itu hanya memancing agar menerima Mas Yudi sehingga mereka mencurahkan hati mereka yang berpikiran ingin memisahkan diri dari Indonesia," tuturnya.

Dia menambahkan, video itu juga sejatinya video tahun 2015, sehingga tuduhan makar pun tak berdasar. Sebab, dari tahun 2015, tak ada gerakan selanjutnya yang membuktikan Yudi ingin melakukan perbuatan makar.

"Di sini kami datang menyampaikan rasa tidak puas hasil pemeriksaan kemarin ya, namun kami sesuai prosedur hukum sebagai warga negara yang baik kita sampaikan proses ini harus kita lalui," katanya. (Baca juga: Diduga Makar, Pendiri Negara Rakyat Nusantara Ditangkap ).
(zik)
Berita Terkait
Pimpinan Tertinggi Khilafatul...
Pimpinan Tertinggi Khilafatul Muslimin Ditetapkan Tersangka
Selain Abdul Qadir Baraja,...
Selain Abdul Qadir Baraja, Polri Buka Kemungkinan Tetapkan Tersangka Lain
Laporkan Saiful Mujani...
Laporkan Saiful Mujani ke Bareskrim, MPSI: Perbuatan Melawan Hukum dan Kategori Makar
Pakar Sebut Pemahaman...
Pakar Sebut Pemahaman Khilafatul Muslimin Atas Alquran dan Hadis Sempit
Pakar Hukum Minta Bareskrim...
Pakar Hukum Minta Bareskrim Selidiki Pernyataan Saiful Mujani Apakah Ada Unsur Makar
Makar dan Penertiban...
Makar dan Penertiban Kognitif
Berita Terkini
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Polda Metro: Barang...
Polda Metro: Barang Bukti Kasus Roy Suryo Sudah Diuji Lab oleh Lembaga Tersertifikasi
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Infografis
Keras! 5 Negara Ini...
Keras! 5 Negara Ini Terapkan Hukuman Mati untuk Koruptor
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved