KPAI Sebut Momentum Hari Raya Imlek Membawa Kebahagiaan bagi Anak

Sabtu, 25 Januari 2020 - 07:37 WIB
KPAI Sebut Momentum...
KPAI Sebut Momentum Hari Raya Imlek Membawa Kebahagiaan bagi Anak
A A A
JAKARTA - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra menyebut kebahagiaan Indonesia akan dirasakan anak-anak dengan datangnya Hari Raya Imlek yang dirayakan pada 25 Januari 2020 besok. Melihat lilin merah dalam fisik besar yang dinyalakan setiap Imlek, pertunjukan barongsai, menerbangkan lampion dan warna warni lampion di malam hari yang disajikan rumah ibadah dan fasilitas publik seperti di mal-mal akan menyita perhatian anak anak.

Begitu juga budaya berbagi kue keranjang, dan angpao. Anak-anak di Indonesia sudah biasa menyebutnya. Para tetangga dan keluarga yang bertamu ke rumah akan disajikan kue keranjang dan ikan Bandeng Imlek. Tentunya akan menjadikan suasana hangat di setiap keluarga yang merayakannya.

Dia mengatakan, biasanya yang paling menikmati dari kemeriahan Imlek adalah anak-anak. Dengan menikmati pertunjukan barongsai sambil menikmati kue keranjang. Apalagi ikut acara menerbangkan lampion.

"Budaya berbagi kebahagiaan dan kesejahteraan sangat menyehatkan spritual anak-anak, dengan batin yang diliputi kebahagiaan. Baginya banyak nilai yang terkandung besar bagi anak-anak Indonesia. Terutama dalam mengenal silang budaya dan saling menghormati sesama," ujar Jasra kepada SINDOnews, Jumat (24/1/2020).

Di sisi lain, kata Jasra, momentum Hari Raya Imlek juga bertepatan dengan Hari Gizi Nasional. Untuk itu kebahagiaan akan lengkap jika semua makanan yang disajikan di Hari Raya Imlek tersebut dikonsumsi dengan gizi yang seimbang.

Selain itu, Jasra juga mengingatkan para orang tua yang terbiasa memberikan akses anak-anaknya tranksaksi online memesan makanan. "Memang pesanan makanan melalui media daring memicu industri olahan makanan lebih kreatif dan beragam. Namun bila tidak diperhatikan baik-baik bisa membahayakan anak, bila mengkonsumsi gizinya tidak seimbang," tegas Jasra.

Masyarakat bisa belajar di beberapa negara yang mencatat konsumsi makanan setiap warganya sehingga ada reminder. "Ada baiknya orangtua mengenalkan kandungan setiap makanan yang dikonsumsi anak-anak. Karena seringkali anak-anak tertarik dengan bentuknya, atau senang dengan rasanya, tetapi tanpa dilengkapi informasi kandungan makanan dan gizinya. Agar anak-anak memiliki pola makan seimbang," tutupnya.
(kri)
Berita Terkait
Komdigi Undang Platform...
Komdigi Undang Platform Media Sosial Susun Regulasi Perlindungan Anak di Ruang Digital, Ini Langkahnya!
Anggota KPAI yang Ngomong...
Anggota KPAI yang Ngomong Berenang Bisa Hamil Dipecat, Pejabat Diingatkan Tidak Asbun
Pemecatan Anggota KPAI...
Pemecatan Anggota KPAI Dinilai Tepat untuk Ingatkan Pejabat yang Lain
Legowo, Sitti Hikmawatty...
Legowo, Sitti Hikmawatty Terima Keputusan Pemberhentiannya dari KPAI
Sitti Hikmawatty Punya...
Sitti Hikmawatty Punya Celah untuk Menggugat Pemecatannya
Berdampak Buruk, Hindari...
Berdampak Buruk, Hindari Penggunaan Kemasan Plastik Mengandung BPA
Berita Terkini
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Imigrasi Tangkap WNA...
Imigrasi Tangkap WNA Australia Buronan Interpol Kasus Penyelundupan Narkoba
Anggota DPD RI Filep...
Anggota DPD RI Filep Desak Pembentukan Satgas Pencegahan Pungli di Kantor Imigrasi
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
Infografis
Pendidikan Sugiono,...
Pendidikan Sugiono, Anak Ideologis Prabowo yang Jadi Sekjen Gerindra
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved