Fraksi PKB MPR Ajak Generasi Muda Tak Mudah Percaya Hoaks

Kamis, 23 Januari 2020 - 23:13 WIB
Fraksi PKB MPR Ajak...
Fraksi PKB MPR Ajak Generasi Muda Tak Mudah Percaya Hoaks
A A A
JAKARTA - Sebanyak 400 siswa Madrasah Aliyah (MA) Al Jauharotunnaqiyah, Cibeber, Banten, berkunjung ke Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Dalam kunjungannya, mereka diterima oleh dua anggota MPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Tommy Kurniawan dan M Rano Alfath di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Delegasi siswa Madrasah Aliyah Al Jauharotunnaqiyah dipimpin Kepala Sekolah Tb M Yunus Ghozali dan didampingi para guru.

Perwakilan guru, M Jamhuri Mawardi menjelaskan tujuan kedatangan ke MPR untuk mendengarkan secara langsung dari anggota MPR tentang parlemen.

“Karena para siswa sering mendengar cerita-cerita negatif tentang parlemen di media sosial. Kunjungan ini supaya mereka jangan hanya percaya pada media sosial,” katanya.

Dalam pertemuan dengan moderator Plt Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antarlembaga dan Layanan Informasi MPR, Budi Muliawan, anggota MPR dari Fraksi PKB Rano Alfath menjelaskan tentang kewenangan MPR dan DPR.

Kewenangan MPR antara lain mengubah dan menetapkan UUD, melantik presiden dan wakil presiden, memutuskan usul DPR berdasarkan putusan MK untuk memberhentikan presiden dan/wakil presiden dalam masa jabatannya, melantik wakil presiden menjadi presiden (bila presiden mangkat, berhenti, diberhentikan atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya), memilih wakil presiden bila terjadi kekosongan jabatan wakil presiden, memilih presiden dan wakil presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya.

“Sedangkan fungsi dan wewenang DPR adalah legislasi, budgeting, dan pengawasan,” ujar anggota Komisi III DPR ini.

Dalam hal fungsi legislasi, tugas DPR adalah membuat Undang-Undang.
Rano mencontohkan Fraksi PKB yang memelopori UU Pesantren. Dengan UU Pesantren ini, pesantren tidak lagi dipandang sebelah mata. Semua lulusan pesantren bisa diterima sesuai jurusannya.

Untuk fungsi dan wewenang budgeting, DPR memastikan keuangan yang dikelola negara bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Sedangkan fungsi pengawasan untuk mengawasi kebijakan-kebijakan eksekutif.

“Parlemen sangat penting karena itu perlu didukung. Jangan hanya dilihat negatifnya, seperti ada yang tersangkut kasus korupsi. Itu hanya segelintir oknum. Jangan percaya hoaks. Kalau tidak percaya kepada wakil rakyat, lalu siapa lagi yang bisa dipercaya,” ujarnya. (Baca juga: PKB Jadikan Imlek Momentum Wujudkan Persamaan dan Tolak Diskriminasi )

Anggota MPR Tommy Kurniawan mengibau para siswa untuk tidak mempercayai berita-berita negatif tentang parlemen. “Jangan percaya anggota DPR itu buruk. Itu hanya segelintir oknum saja, bukan lembaganya yang buruk. MPR–DPR dibentuk untuk tujuan mulia yang memastikan kemakmuran rakyat,” ujarnya.

Karena itu, anggota Komisi VI ini meminta para siswa untuk meningkatkan budaya literasi agar tidak mudah terprovokasi.

Kepada para siswa, artis sinetron ini juga meminta menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Kalau generasi muda kita mudah dirusak dengan hal-hal negatif, maka kita tidak punya masa depan. Para siswa agar mempersiapkan diri, menjaga NKRI,” ucapnya.

Menurut Tommy, Indonesia bisa bertahan dan masih utuh karena memiliki empat pilar (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika). “Sebenarnya Indonesia bisa terpecah dengan proxy war. Tapi dengan Empat Pilar, Indonesia masih tetap utuh,” katanya.

Plt Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antarlemabaga dan Layanan Informasi MPR, Budi Muliawan menjelaskan tentang visi MPR sebagai Rumah Kebangsaan, pengawal ideologi dan kedaulatan rakyat.

MPR sebagai Rumah Kebangsaan ini, kata dia, tercermin dalam Pimpinan MPR yang berjumlah sebanyak 10 orang. “Sepuluh Pimpinan MPR ini merupakan representasi dari kekuatan partai politik di DPR dan representasi daerah di DPD,” ujarnya.

Menjadi Rumah Kebangsaan, lanjut Budi Muliawan, di MPR dibahas berbagai persoalan-persoalan kebangsaan dan menyerap aspirasi masyarakat terkait dengan persoalan kebangsaan.

“Sebagai Rumah Kebangsaan, berbagai persoalan yang dibahas MPR lebih menekankan pada politik kebangsaan,” katanya.
(dam)
Berita Terkait
Tantangan Lebih Berat,...
Tantangan Lebih Berat, Wakil Ketua MPR: Polri Harus Lebih Profesional
Gus Jazil: Idul Adha...
Gus Jazil: Idul Adha Momentum Memperkuat Keimanan dan Kebersamaan
Negara di Ambang Resesi,...
Negara di Ambang Resesi, Jazilul Fawaid: Masyarakat Jangan Sampai Kelaparan
Ketua MPR Sebut Usulan...
Ketua MPR Sebut Usulan Utusan Golongan Patut Dipertimbangkan
Nasim Khan: Visi PKB...
Nasim Khan: Visi PKB Kesejahteraan Rakyat
MPR Dorong Danau Kelimutu...
MPR Dorong Danau Kelimutu Jadi Satu Paket Wisata dengan Labuan Bajo
Berita Terkini
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved