Ketua Komisi VI: Belum Ada Wacana Pansus Jiwasraya

Rabu, 08 Januari 2020 - 15:49 WIB
Ketua Komisi VI: Belum...
Ketua Komisi VI: Belum Ada Wacana Pansus Jiwasraya
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Riza mengungkapkan bahwa belum ada wacana pembentukan panitia khusus (Pansus) PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, komisi VI DPR sejauh ini memberikan kesempatan kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk melakukan proses hukum.

"Belum ada wacana Pansus. Sejauh ini kita memberikan kesempatan kepada Menteri BUMN dan direksi jiwasraya menyiapkan skema penyelesaian dan kejagung melakukan proses hukum," ujar Faisol dihubungi wartawan, Rabu (8/1/2020).

Sekadar diketahui, Kejaksaan Agung terus memeriksa sejumlah orang terkait kasus Jiwasraya. Sekitar sepuluh orang telah dicekal. Adapun kerugian sekitar Rp13,7 Triliun.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menilai Pansus Jiwasraya perlu dibentuk. Tujuannya, agar skandal gagal bayar Asuransi Jiwasraya bisa terbuka secara transparan.

Maka itu, kata Syarief Hasan, Partai Demokrat mendukung wacana pembentukan Pansus Jiwasraya itu. "Artinya begini, kalau idenya membentuk Pansus, saya pikir kita setuju, supaya apa yang sebenarnya terjadi dengan Jiwasraya itu bisa terbuka kepada masyarakat," ujar Syarief Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Di samping itu, dia mempersilakan Kejaksaan untuk mengusut kasus Jiwasraya tersebut. "Tinggal DPR nanti menilai apakah akan menunggu hasil dari kejaksaan atau tidak," ungkap Wakil Ketua MPR RI ini.

Karena, kata Syarief, penegak hukum harus diberikan kesempatan untuk menelusuri skandal tersebut. "Nanti hasilnya itu DPR akan lihat apakah cukup puas atau tidak, kalau memang belum, bikin Pansus," ujar anggota komisi I DPR RI ini.

Kendati demikian, dia kembali menekankan bahwa Partai Demokrat mendukung dibentuknya Pansus Jiwasraya itu. "Dan ini harus dibuka secara transparan apa yang terjadi dengan Jiwasraya, tidak boleh ada yang ditutup-tutupi," pungkasnya.
(pur)
Berita Terkait
Jaksa Sebut Benny Tjokro...
Jaksa Sebut Benny Tjokro dan Lima Terdakwa Rugikan Negara Rp16,8 Triliun
Forsawa Yakin Gugatan...
Forsawa Yakin Gugatan Praperadilan WanaArthalife Dikabulkan Hakim
Soal Kasus Jiwasraya,...
Soal Kasus Jiwasraya, Benny Tjokrosaputro Disebut Hanya Korban
Ada Aspek Hukum Bisnis...
Ada Aspek Hukum Bisnis Dalam Skandal Jiwasraya
Uang Korupsi Jiwasraya...
Uang Korupsi Jiwasraya Dipakai untuk Judi Kasino di Singapura, Selandia Baru hingga Macau
Forum Nasabah WanaArtha...
Forum Nasabah WanaArtha Life Berharap PN Kabulkan Gugatan Praperadilan
Berita Terkini
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved