Hadapi Kompleksitas Masalah 2020, Pemerintah Perlu Solusi Terintegrasi

Senin, 30 Desember 2019 - 22:09 WIB
Hadapi Kompleksitas...
Hadapi Kompleksitas Masalah 2020, Pemerintah Perlu Solusi Terintegrasi
A A A
JAKARTA - Peneliti Politik Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro berpandangan bahwa, dengan persoalan yang kompleks di 2020 di mana ada pelemahan ekonomi karena pengaruh ekonomi global, pelemahan hukum dan ketidakpuasan terhadap pemerintah maka pemerintah harus segera memberikan solusi.

Dengan 5 visi unggulan pemerintah yakni, melanjutkan infrastruktur, membangun kualitas SDM, penguatan investasi, reformasi birokrasi dan efisiensi APBN. Dengan 5 visi itu, bagaimana pemerintah membuat solusi yang terintegrasi.

“Bagaimana membangun solusi yang terintegrasi atau tidak parsial, apa fokusnya. Legitimasi pemerintah dikuatkan, bagaimana kepercayaan publik diciptakan sedemikian rupa di era yang sudah digital, akses apapun mudah. Memberikan solusi terpadu dari berbagai bidang yang dirasa mendesak terutama masalah ketimpangan sosial ekonomi,” kata perempuan yang akrab disapa Wiwiek itu, Senin (30/12/2019).

Soal bagaimana rakyat ikut berkontribusi, menurut Wiwiek, itu bergantung pada pemerintah dalam membuat program yang bisa membuat rakyat ikut berkontribusi. Meskipun rakyat memiliki banyak potensi, itu bergantung bagaimana pemerintah mampu melibatkan dan bersinergi dengan rakyat sehingga memunculkan sense of belonging, rasa memiliki terhadap negara serta negara dan rakyat yang saling menguatkan.

“Itu yang dalam istilah state (negara) and society (rakyat) saling empowering (menguatkan). Bagaimana menciptakan pola relasi pemerintah masyarakat yang harmonis yang sinergis. Program yang bisa melibatkan masyarakat. Penguasa punya otoritas, fasilitas, networking. Bagaimana menggunakan potensi tadi semaksimal mungkin,” ujarnya.

Dengan demikian, Wiwiek melanjutkan, pemerintah juga harus fokus dalam menyelesaikan persoalan yang penting dan tidak lagi mengurusi hal-hal yang bersifat politis seperti radikal dan identitas. Karena faktanya, masyarakat masih mengalami disharmoni pascapemilu, karena hanya di tataran elite saja yang rekonsiliasi. Sehingga, pemerintah harus membangkitkan kepercayaan masyarakat dengan membuat pernyataan ataupun kebijakan yang konsisten.

“Bagaimana membuat kebijakan atau seruan yang bisa dipercaya. Persuasinya pemerintah dalam kebijakan perintah dan imbauan yang bisa dipercaya, bukan menimbulkan silang sengkarut, perdebatan atau polemik. Jangan menggunakan hal-hal berbau politisasi seperti radikal, identitas. Kalau ada kebersamaan antara state dan society, government dan society bisa meringankan pemerintah. Negara demokrasi itu berbagi peran, membagi beban. Itu yang seharusnya kita naik kelas setiap pemilu dan pilkada karena ada konsolidasi,” tambahnya.
(cip)
Berita Terkait
Selain Wapres, Jokowi...
Selain Wapres, Jokowi Disarankan Aktifkan Ma'ruf Amin Jadi Penasihat
Jejak Reshuffle Kabinet...
Jejak Reshuffle Kabinet Era Jokowi-Ma'ruf Amin
Pemerintah Diimbau Antisipasi...
Pemerintah Diimbau Antisipasi Gimik Politik Terkait Dana Stimulus UMKM
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Istana Buka Kemungkinan...
Istana Buka Kemungkinan Reshuffle Kabinet Sebelum 2020 Berakhir
Berita Terkini
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved