Pilkada Serentak Mampu Kurangi Botoh Politik

Minggu, 29 Desember 2019 - 21:55 WIB
Pilkada Serentak Mampu...
Pilkada Serentak Mampu Kurangi Botoh Politik
A A A
YOGYAKARTA - Upaya pemerintah memilih menggelar pilkada secara serentak ditengarai mampu memberikan dampak positif bagi demokrasi. Salah satunya mampu mengurangi permainan broker atau botoh politik di Pilkada.

Anggota Komisi VI DPR Ahmad Baidowi (Awiek) mengatakan, dalam pengamatan yang dilakukannya selama proses pilkada saat dirinya masuk di Komisi II, dinamika politik berjalan lebih baik. Misalnya hiruk pikuk pilkada yang sedikit berkurang.

"Termasuk didalamnya berkurangnya petualang atau botoh politik yang sebelumnya berpengaruh besar," katanya saat diskusi bedah buku “Pilkada Serentak Catatan” dari Senayan di Yogyakarta, Minggu (29/12/2019).

Sebelum pilkada serentak digelar, gelaran pesta demokrasi itu dilakukan berbeda-beda tiap daerah. Dengan demikian baik broker politik terus bermain karena bisa berpindah tempat di daerah berdekatan. "Jadi hiruk pikuk dan kerentanan Pilkada memang terjadi," ujar Wakil Sekjen PPP ini.

Dalam bukunya tersebut, mantan jurnalis KORAN SINDO tersebut menggambarkan bagaimana pilkada sebelum digelar serentak hingga pilkada serentak. Menurutnya, hiruk pilkada dan juga pemilu memang membutuhkan anggaran besar. Kendati demikian hal itu harus dilalui karena memang anggaran politik di pilkada sangat besar.

Beberapa kalangan juga menyebut sebagai imbas banyaknya politik uang yang dilakukan para kandidat. "Anggaran besar juga menjadi catatan karena banyak kepala daerah tersangkut korupsi," tuturnya.

Namun demikian, Awiek melanjutkan, besarnya anggaran Pilkada tidak serta merta karena politik uang. Secara hitungan rasional, pengeluaran kontestan pilkada sangat besar. Ia menyontohkan anggaran sosialisasi serta saksi. "Anggaran ini cukup besar karena berkaitan dengan kerja kerja tim sukses," beber mantan anggota Komisi II DPR ini.

Dalam buku setebal 148 tersebut, Awiek juga menyinggung bagaimana Pilkada DKI Jakarta yang seksi serta logistik pilkada. Termasuk sengketa Pilkada yang disajikan dan diulas dengan baik.
(poe)
Berita Terkait
Muktamar PPP Tetap Digelar...
Muktamar PPP Tetap Digelar Setelah Pilkada 2020
Mardiono PPP Serahkan...
Mardiono PPP Serahkan Rekomendasi ke Cakada Banyuwangi, Tanjungpinang, dan Kepulauan Meranti
Buka Mukerwil DPW PPP...
Buka Mukerwil DPW PPP Kepri, Mardiono Siapkan Calon Terbaik di Pilkada 2024
Rekomendasi 3 Daerah...
Rekomendasi 3 Daerah Digantung, PPP: Siapa Paling Bisa Menang di Makassar
Pilkada 2020, PPP Sulsel...
Pilkada 2020, PPP Sulsel Siap Tinggalkan Petahana di 2 Daerah
PPP Umumkan 8 Pasang...
PPP Umumkan 8 Pasang Calon Kepala Daerah di Pilkada 2020
Berita Terkini
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved