Dewas KPK Jangan Jadi Kepanjangan Tangan Presiden

Kamis, 19 Desember 2019 - 19:12 WIB
Dewas KPK Jangan Jadi...
Dewas KPK Jangan Jadi Kepanjangan Tangan Presiden
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk benar-benar memilih calon Dewan Pengawas (Dewas) KPK yang memiliki kredibilitas tinggi. (Baca juga; Secepatnya Diumumkan, Jokowi Pastikan Dewas KPK Berintegritas Baik)

Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis mengatakan, ada dua hal utama yang harus menjadi perhatian bagi calon Dewas KPK. Pertama, mereka harus memiliki pengetahuan teknis tentang formil pidana dan materiil pidana, khususnya pidana korupsi.

Kedua yang paling penting adalah memiliki kemampuan untuk berkata tidak kepada Presiden, meski mereka diangkat oleh Presiden. ”Jangan sampai mereka menjadi kepanjangan tangan bagi Jokowi. Jadi mereka harus memiliki kemampuan berkata tidak kepada Jokowi. Itu yang paling pokok. Siapapun mereka tak penting buat saya,” katanya, Kamis (19/12/2019).

Margarito tidak mau menyebut nama yang memiliki kredibilitas seperti yang diharapkannya. Namun, dia hanya memberikan contoh sejarah hukum bahwa hal seperti itu pernah terjadi di Indonesia. ”Kita pernah ada mantan jaksa agung R Soeprapto yang patungnya ada di Kejaksaan Agung itu. Orang itu berani menolak perintah Bung Karno yang mengangkatnya sebagai Jaksa Agung. Kita juga pernah punya Hoegeng (mantan Kapolri Jenderal Pol Hoegeng Iman Santoso). Jadi itu saja yang paling pokok,” tuturnya.

Margarito berharap, siapapun Dewas KPK yang nantinya dipilih Presiden, harus bisa mengukir sejarah mereka sendiri serta sejarah hukum Indonesia seperti yang pernah diukir oleh Soeprapto maupun Hoegeng. ”Kita tidak kenal orang-orang itu, tapi kita kenal mereka adalah orang-orang yang berintegritas. Sejarah hukum membuat kita mengenal mereka sebagai orang-orang hebat,” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebutkan sejumlah nama yang berpotensi sebagai calon Dewas KPK. Di antaranya mantan Hakim Agung Mahkamah Agung Artidjo Alkostar, Hakim Albertina Ho, dan mantan Ketua KPK Taufiequerachman Ruki. ”Dewan Pengawas KPK ya nama-nama sudah masuk, tapi belum difinalkan karena kan hanya 5, ada dari hakim, ada dari jaksa, ada dari mantan KPK, ada dari ekonom, ada dari akademisi, ada dari ahli pidana,” kata Jokowi dalam diskusi dengan wartawan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu 18 Desember 2019. Lima anggota Dewas KPK rencananya dilantik bersama dengan lima komisioner KPK 2019-2023 pada 20 Desember 2019.
(cip)
Berita Terkait
Novel Baswedan: Pidato...
Novel Baswedan: Pidato Presiden Jokowi Telah Membebaskan Kami
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
BKN Sebut Keputusan...
BKN Sebut Keputusan Pegawai KPK Sudah Sesuai Arahan Presiden Jokowi
Panitia Seleksi Calon...
Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK Belum Terima Arahan Jokowi
Pansel Capim KPK Bakal...
Pansel Capim KPK Bakal Saring 10 Nama, Nantinya Diserahkan ke Jokowi
Berita Terkini
ASN BPK Kenakan Rompi...
ASN BPK Kenakan Rompi Oranye KPK
Pemerintah Hormati Putusan...
Pemerintah Hormati Putusan Kasus Andrie Yunus, Yusril: Wujud Independensi Peradilan
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
KPK Periksa Bupati Muara...
KPK Periksa Bupati Muara Enim Edison setelah OTT ASN BPK
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved