Keamanan Perempuan Lebih Terjamin, Badan PBB Apresiasi Gojek

Rabu, 11 Desember 2019 - 08:06 WIB
Keamanan Perempuan Lebih...
Keamanan Perempuan Lebih Terjamin, Badan PBB Apresiasi Gojek
A A A
JAKARTA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang khusus menangani isu perempuan, United Nations (UN) Women mengapresiasi inisiatif Gojek. Khususnya dalam upaya menciptakan ruang publik yang aman bagi kaum perempuan.

Dalam peringatan 16 Hari Antikekerasan terhadap Perempuan, Jamshed Kazi, Representatif UN Women untuk ASEAN menyebutkan langkah proaktif Gojek yang menaruh perhatian pada isu kekerasan seksual bisa menjadi inspirasi bagi banyak pihak.

”Saya bangga Gojek sebagai ikon Indonesia telah proaktif menaruh perhatian pada isu kekerasan seksual. Karena prinsip zero (nol) toleransi terhadap pelecehan adalah prinsip yang harus dipegang oleh semua pemain di industri,” ujarnya pada diskusi Publik 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan di M Bloc Space, Melawai, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Berbicara lebih luas dalam aspek ekonomi, kata Jamshed, apabila diberikan rasa aman di ruang publik maka perempuan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih baik. ”Data global menyebutkan bahwa apabila tersedia ruang publik yang aman maka wanita bisa berpartisipasi penuh pada roda ekonomi bahkan berkontribusi sebesar USD26 triliun. Itu sebesar perekonomian China,” paparnya.

Maka, kata dia, beri lah ruang aman yang lebih luas bagi perempuan. Dengan begitu maka statistik perekonomian akan meningkat. ”Itu berlaku umum. Dan Gojek sudah mengedepankan keamanan perempuan bukan saja karena faktor keamanan tapi juga berkaitan dengan keberlangsungan perusahaan,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Koordinator Residen PBB untuk Republik Indonesia, Anita Nirody yang dalam sambutannya memuji para pihak terutama pihak swasta (private sector) yang sudah sukarela mewujudkan kepeduliannya. “Mereka yang secara sukarela telah membangun sistem dan penanganan anti kekerasan seksual sehingga membantu perempuan bisa berpartisipasi penuh dalam perekonomian urban,” ujarnya.

Senior Manager Corporate Affairs Gojek, Alvita Chen mengatakan yang melatarbelakangi inisiatif Gojek dalam upaya menciptakan keamanan bagi perempuan di ruang publik adalah karena bagi Gojek, keamanan merupakan hak semua orang.

Hal tersebut juga sejalan dengan visi Gojek untuk membawa dampak sosial (social impact) yang luas. ”Perempuan mencari nafkah bersama kami dan pengguna perempuan mengandalkan layanan kami untuk hidup yang lebih produktif,” kata Vita, sapaan akrabnya.

Sebagai pionir edukasi antikekerasan seksual di industri ride-hailing, kata Vita, pihaknya bangga karena sejauh ini modul edukasi Gojek mengenai antikekerasan seksual sudah mengandung kompenen intervensi saksi. Sejalan dengan hasil penelitian, intervensi saksi merupakan hal penting yang perlu dibangun.

”Di Gojek, solusi keamanan dibuat secara menyeluruh terdiri dari tiga pilar; cegah, lindungi, tangani. Penitikberatan pada pencegahan terus kami lakukan supaya terwujud budaya aman bagi semua yang berada dalam ekosistem layanan,” tutur Vita.

Penelitian Pulse Lab Jakarta dengan UN Women itu sendiri diberi judul “Setelah Gelap: Menciptakan Transit yang Aman untuk Perempuan yang Bepergian di Malam Hari”. Riset tersebut bertujuan untuk memahami keamanan dan mobilitas perempuan di wilayah perkotaan, di luar wilayah Jakarta, dan sekitarnya.

Penelitian lapangan dilaksanakan di Medan, Semarang, dan Surabaya. Penelitian dimaksud melengkapi Audit Keamanan yang dilakukan oleh UN Women di Jakarta pada tahun 2017. Audit Keamanan mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang memengaruhi keamanan perempuan di ruang publik.

Penelitian “Setelah Gelap” berfokus pada pengalaman individu perempuan dari kelas sosio-ekonomi yang lebih rendah, terutama mereka yang bekerja sif malam di sektor informal.
(kri)
Berita Terkait
Tingkatkan Sinergi Lembaga...
Tingkatkan Sinergi Lembaga Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Kasus Kekerasan Perempuan...
Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kabupaten Sinjai Menurun
Pencegahan dan Penanganan...
Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan
Posko Pengaduan Kekerasan...
Posko Pengaduan Kekerasan Seksual Dibuka, Korban Diminta Tak Takut Melapor
Tekan Kekerasan Gender,...
Tekan Kekerasan Gender, TII Dorong Pemerintah Perkuat Layanan bagi Korban
Peringati IWD, Aktivis...
Peringati IWD, Aktivis Ajak Cegah Kekerasan Gender Lewat Dialog
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved