Jokowi: RPJMN Jangan Jadi Dokumen Formalitas

Kamis, 14 November 2019 - 17:21 WIB
Jokowi: RPJMN Jangan...
Jokowi: RPJMN Jangan Jadi Dokumen Formalitas
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024 jangan hanya menjadi dokumen formalitas. Hal ini disampaikan saat memimpin sidang kabinet paripurna yang membahas penyusunan rencana pembangunan lima tahunan tersebut.

"Yang pertama saya ingin RPJMN bukan jadi dokumen formalitas. Karena saya melihat ini sering hanya menjadi dokumen formalitas," kata Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (14/11/2012).

Jokowi mengatakan, RPJMN harus benar-benar menjadi panduan dann rencana pemerintah dalam melangkah ke depan. Maka dari itu langkah-langkah dan target haruslah diuraikan secara jelas.

"Karena apa yang kita muat dalam dokumen itu harus jelas arahnya, harus jelas targetnya, harus jelas dampak kepada rakyat kita. Targetnya harus betul-betul terukur, dikalkulasi yang baik dengan memperhitungkan berbagai aspek. Termasuk konteks ketidakpastian ekonomi global sekarang ini," ungkapnya.

Dia mencontohkan, dalam menyusun target pertumbuhan harus benar-benar terukur dan terkalkulasi dengan baik. Termasuk strategi dalam mencapai angka pertumbuhan yang ditargetkan.

"Begitu pula dengan penurunan kemiskinan. Targetnya harus jelas berapa persen harus turun dan dalam waktu berapa lama. Dampaknya, manfaatnya bagi rakyat juga harus bisa diukur sehingga menjadi pegangan bersama yang bisa dimonitor, yang bisa kita evaluasi bersama-sama," paparnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga memperingatkan agar jajaran para menterei tidak menyusun rencana pembangunan yang abstrak dan normartif. Selain itu dia menekankan bahwa perencanaan yang dibuat harus benar-benar tersambung dengan penganggaran.

"Harus sambung dengan penganggaran dan juga terdeliver dengan baik oleh kementerian. Jangan sampai yang sudah direncankaan RPJMN berbeda dengan yang dikerjakan kementerian dan juga berbeda dengan yang dianggarkan kementerian keuangan," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Selain Wapres, Jokowi...
Selain Wapres, Jokowi Disarankan Aktifkan Ma'ruf Amin Jadi Penasihat
Wapres Ma’ruf Amin...
Wapres Ma’ruf Amin Pimpin Pemerintahan Sementara, Jubir Sebut Tidak Ada Persiapan Khusus
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Istana Buka Kemungkinan...
Istana Buka Kemungkinan Reshuffle Kabinet Sebelum 2020 Berakhir
Jejak Reshuffle Kabinet...
Jejak Reshuffle Kabinet Era Jokowi-Ma'ruf Amin
Berita Terkini
KPK Panggil 2 Tersangka...
KPK Panggil 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Kapolri Buka Peluang...
Kapolri Buka Peluang Sipil Duduki Jabatan di Polri, Pakar: Modernisasi Kelembagaan
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Said Iqbal Bakal Dilantik...
Said Iqbal Bakal Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Sore Ini
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved