Manuver Nasdem Dinilai Bisa Berimbas untuk Jokowi dan Koalisi

Senin, 11 November 2019 - 07:41 WIB
Manuver Nasdem Dinilai...
Manuver Nasdem Dinilai Bisa Berimbas untuk Jokowi dan Koalisi
A A A
JAKARTA - Langkah dan 'manuver' Partai Nasdem belakangan menjadi sorotan publik lantaran diduga partai besutan Surya Paloh itu tak mendapatkan kompensasi yang setimpal dalam kabinet, meski memiliki andil besar dalam pemenangan Pilpres 2019 lalu.

Pengamat Politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Mada Sukmajati menilai manuver Nasdem merupakan bergaining politik kepada Presiden Jokowi. Namun, manuver itu berpotensi berimbas kepada Jokowi dan partai koalisi.

Menurut Mada, Nasdem nampaknya tak puas dan mengambil narasi berbeda, cenderung apatis untuk bisa mewarnai periode kedua Pemerintahan Jokowi. Maka Nasdem memanfaatkan sumber daya manusia yang tersedia dengan menjalin komunikasi partai di luar pemerintahan seperti PKS.

"Surya Paloh tampaknya merasa punya andil besar terhadap Jokowi dan merasa tak mendapat kompensasi memadai sehingga muncul ketidakpuasan dan bermanuver seperti ini," ujar Mada, Senin (11/11/2019).

Mada menegaskan, manuver Nasdem itu sekaligus berupaya membangun upaya bargaining baru terhadap Jokowi dan koalisi. "Jadi ini sekaligus Surya Paloh ingin menunjukkan bahwa dia punya ruang yang besar untuk bermanuver sehingga dia mengajak Anies, mengajak PKS, ingin lebih menunjukkan imej ke Jokowi dan publik, bahwa dia masih punya kekuatan," beber Mada.

Jika ditanya apakah manuver itu efektif bagi pemerintahan atau tidak, Mada menilai sangat tergantung kepada sikap Jokowi serta parpol pendukung. Bila manuver Nasdem ini dianggap mengganggu jalannya Pemerintahan Jokowi periode kedua maka pasti akan muncul respons positif.

"Misalnya apakah Surya Paloh didekatkan ke Jokowi, semisal sebagai penasihat presiden. Atau alokasi lainnya seperti tambahan wakil menteri untuk Nasdem," kata Mada.

Namun bisa juga Jokowi dan parpol pendukung melihat manuver Nasdem sebagai sesuatu yang tak ada manfaatnya. Sehingga responsnya juga berbeda. "Bisa jadi justru Nasdem dieksklusi dari Jokowi dan parpol pendukungnya," imbuh Mada.

Maka berbagai peristiwa politik ke depan, baginya laik untuk ditunggu. Termasuk nanti di penutupan Kongres Nasdem dimana Jokowi dan para ketua umum parpol dilaporkan hendak hadir. "Kita lihatlah nanti respons Jokowi," tukasnya.
(kri)
Berita Terkait
Reshuffle Kabinet, Partai...
Reshuffle Kabinet, Partai Demokrat: Kami Tidak Akan Mencampurinya
Isu Reshuffle Kabinet,...
Isu Reshuffle Kabinet, Ini Arahan AHY dan Sikap Partai Demokrat
Demokrat Pertanyakan...
Demokrat Pertanyakan Belum Ada Langkah Taktis Jokowi Setelah Marahi Menteri
Reshuffle Kabinet Dinilai...
Reshuffle Kabinet Dinilai Sulit Hindari Tarik Menarik Kepentingan Partai
Surya Paloh Akui Bahagia...
Surya Paloh Akui Bahagia Jadi Bagian Pemerintahan Presiden Jokowi
Selain Wapres, Jokowi...
Selain Wapres, Jokowi Disarankan Aktifkan Ma'ruf Amin Jadi Penasihat
Berita Terkini
Menangkan Praperadilan...
Menangkan Praperadilan soal Penangkapan, Roy Suryo Kian Pede Jalani Sidang Praperadilan Kedua
Menhut Raja Antoni:...
Menhut Raja Antoni: Hutan Jadi New Engine of Green Growth, Pembangunan-Kelestarian Harus Berjalan Seiring
Hakim Kabulkan Sebagian...
Hakim Kabulkan Sebagian Gugatan Praperadilannya, Roy Suryo: Babak Baru Hukum Indonesia
Dari Sosialisme Islam...
Dari Sosialisme Islam menuju Negara Kesejahteraan: Agenda Kerakyatan SEMMI untuk Indonesia
Rencana Kejagung Jerat...
Rencana Kejagung Jerat Nadiem Makarim dengan TPPU Diapresiasi Pakar Hukum
Indonesia-India Sepakati...
Indonesia-India Sepakati 15 Kerja Sama, Restorasi Candi Prambanan hingga Rudal BrahMos
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved