Para Elite Diingatkan Tak Politisasi Jabatan Kabareskrim

Kamis, 07 November 2019 - 18:57 WIB
Para Elite Diingatkan...
Para Elite Diingatkan Tak Politisasi Jabatan Kabareskrim
A A A
JAKARTA - Polri diingatkan tidak menciptakan budaya politik jabatan atas dasar kedekatan dengan penguasa. Tujuannya agar tidak memunculkan resistensi dalam institusi Korps Bhayangkara.

Elit politik diminta juga tak mengintervensi sosok Kabareskrim yang akan dipilih. Mereka harus memahami merit system (sistem promosi berdasarkan prestasi) di institusi Polri.

Tanpa merit system, personel Polri tak akan lagi memikirkan karier melalui pendidikan dan pengabdian yang profesional. Mereka akan mencari akses kepada penguasa untuk bisa menempati jabatan.

“Itu tidak sehat. Di sisi lain, pemerintah ataupun dari kalangan elit juga harus memahami bahwa tugas kita bersama untuk menjaga merit system di internal kepolisian ini,” kata saat diskusi bertajuk “Menata Organisasi Polri di Bawah Kapolri Baru” di Jakarta, Kamis (7/8/2019).

Faktor lain yang tak kalah penting adalah mengedepankan senioritas yang berpengalaman sesuai jenjang karier. Hal itu sangat vital untuk mengukur kemampuan beradaptasi dengan persoalan yang ada serta pengalaman membangun komunikasi di masyarakat. Ketiga, yang juga menjadi PR adalah kabareskrim harus bisa menjadi pemimpin yang menjadi inisiator dan penggerak kebijakan.

Wakil Direktur Imparsial, Gufron Mabruri mengingatkan, kepolisian saat ini harus betul-betul menjaga dan menerapkan merit system. Hal ini demi menghindari intervensi politik yang bisa merusak kinerja kepolisian.

"Yang dipertaruhkan adalah masalah trust jika intervensi politik masuk terlalu jauh. Misalnya saja dalam pemilihan Kabareskrim, jangan mengutamakan faktor kedekatan dan perkawanan. Harus dengan merit system," katanya.

Wakil Koordinator KontraS, Feri Kusuma juga menekankan pentingnya merit system di tubuh kepolisian. Utamanya jabatan-jabatan strategis kepolisian, mulai dari kabareskrim, kapolda, ataupun kapolres.

Menurutnya, penempatan jabatan strategis melalui merit system penting dilakukan karena pekerjaan kepolisian bersentuhan langsung dengan masyarakat. Jika mengabaikan hal ini, maka dikhawatirkan bisa mengganggu kinerja kepolisian.

"Bareskrim ujung tombak penegakkan hukum, harus orang yang tepat dan punya kemampuan dan mau menggunakan pendekatan preventif. Orang yang sudah teruji dan jangan diisi orang-orang yang tidak tepat," kata Feri.
(poe)
Berita Terkait
Refleksi 74 Tahun Polri,...
Refleksi 74 Tahun Polri, Peran Intelijen dan Binmas Jadi Ujung Tombak
Polri Akan Menghidupkan...
Polri Akan Menghidupkan Kembali Pam Swakarsa
HUT ke-74 Bhayangkara,...
HUT ke-74 Bhayangkara, Ini Catatan Kritis Kontras Terhadap Kinerja Polri
Pakar Hukum Tata Negara...
Pakar Hukum Tata Negara Ingatkan Bahaya Pembentukan Dewan Keamanan Nasional
Komisi I Minta Bentrok...
Komisi I Minta Bentrok Oknum TNI-Polri di Papua Tak Dibiarkan Berlarut
Timses Pramono-Rano...
Timses Pramono-Rano Apresiasi Profesionalitas TNI-Polri di Pilkada Jakarta
Berita Terkini
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Lampung, Resmikan RSUD dan Buka Munas HIPMI
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved