Background Menag-Mendikbud di Luar Kebiasaan, Jokowi Akui Ada Visi Tertentu

Jum'at, 25 Oktober 2019 - 01:26 WIB
Background Menag-Mendikbud...
Background Menag-Mendikbud di Luar Kebiasaan, Jokowi Akui Ada Visi Tertentu
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa dalam memilih menag dan mendikbud berbeda dari biasanya. Terutama berkaitan dengan background menag dan mendikbud periode 2019-2024.

Seperti diketahui jika Menag biasanya berasal dari kalangan NU, kali ini dipilih Fachrul Razi yang berlatarbelakang militer. Sementara untuk Mendikbud biasanya dari guru besar ataupun akademisi, kali ini dipilih Nadiem Makarim yang merupakan seorang pengusaha.

“Sejarah juga telah ada Menag dari TNI. Kita ingin yang berkaitan dengan radikalisme, yang berkaitan dengan intoleransi itu betul-betul konkrit bisa dilakukan oleh Kemenag,” katanya di Istana Merdeka, Kamis (24/10/2019).

Meski ada visi menuntaskan masalah radikalisme, Jokowi juga ingin terus ada perbaikan terkait kualitas pelayanan haji.

“Jadi ke depan kita harapkan Pak Menag bisa berbicara banyak yang berkaitan mengenai perdamaian, yang berkaitan dengan toleransi. Beliau punya pengalaman lapangan yang panjang, jadi saya kira pendekatannya lunak yang baik,” tuturnya

Sementara untuk Mendikbud, Jokowi memiliki visi terkait aksesibilitas pendidikan bagi seluruh anak Indonesia. Dia mengatakan Indonesia merupakan negara besar dengan 300 ribu sekolah dan 50 juta pelajar.

“Bayangkan mengelola sekolah, mengelola pelajar memanajemeni guru yang sebanyak itu dan dituntut oleh sebuah standar yang sama. Nah kita diberi peluang setelah ada yang namanya tehnologi, yang namanya aplikasi sistem yang bisa mempermudah. Dan bisa membuat lompatan, membuat loncatan sehingga hal hal yang dulu dirasa tak mungkin sekarang menjadi mungkin. Oleh sebab itu, kenapa dipilih mas Nadiem Makarim,” paparnya.

Dia mengatakan bahwa Nadiem telah memaparkan apa saja yang akan dikerjakan sebagai mendikbud lima tahun mendatang.

“Sehingga kita harapkan lompatan kualitas SDM kita nanti betul betul bisa terjadi. Ada peluang besar ada terobosan untuk melakukan itu. Itu kira-kira,” pungkasnya.
(pur)
Berita Terkait
Pemerintah Diimbau Antisipasi...
Pemerintah Diimbau Antisipasi Gimik Politik Terkait Dana Stimulus UMKM
Selain Wapres, Jokowi...
Selain Wapres, Jokowi Disarankan Aktifkan Ma'ruf Amin Jadi Penasihat
Survei: 67,8% Publik...
Survei: 67,8% Publik Puas terhadap Kinerja Jokowi-Maruf
Jejak Reshuffle Kabinet...
Jejak Reshuffle Kabinet Era Jokowi-Ma'ruf Amin
Staf Khusus Presiden...
Staf Khusus Presiden Surati Camat, Natalius Pigai: Ada Vandalisme Moral
Jokowi Harus Respons...
Jokowi Harus Respons Soal Perombakan Kabinet di Tengah Pandemi Corona
Berita Terkini
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved