Bentuk Kompromi Politik, Menteri Jokowi Harus Beri yang Terbaik

Kamis, 24 Oktober 2019 - 08:55 WIB
Bentuk Kompromi Politik,...
Bentuk Kompromi Politik, Menteri Jokowi Harus Beri yang Terbaik
A A A
JAKARTA - Direktur Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin mengatakan, bangsa ini harus optimistis menatap masa depan. Sehingga Kabinet 'Indonesia Maju' yang dibentuk Presiden Jokowi harus membawa optimisme bagi masyarakat.

"Jangan karena kabinet dibentuk atas dasar kompromi dan negosiasi, lalu para menteri tidak mau memberikan kemampuan terbaiknya," kata Ujang saat dihubungi SINDOnews, Kamis (24/10/2019).

Di sisi lain, kata Ujang, jangan karena diberi mandat dan ditunjuk oleh partai lalu, para menteri menjadi abai terhadap kepentingan rakyat. Menurutnya, ketika mereka sudah dilantik, apapun latar belakangnya, mereka harus 'raedy' bekerja untuk bangsa dan negara.

"Bukan bekerja demi pribadi, kelompok, dan partainya," tutur Analis Politik asal Universitas Al Azhar itu.

Dilanjutkan dia, menteri dari kalangan profesional pun harus menumbuhkan optimisme. Karena mereka tak ada beban, tak ada konflik kepentingan dengan partai politik. Sehingga mereka harus bagus kinerjanya, harus berprestasi, dan mereka harus membanggakan.

Kata Ujang, yang paling penting itu sektor ekonomi. Menurutnya, utang negara yang membumbung harus bisa diselesaikan, pengangguran yang banyak harus diturunkan, kemiskinan yang akut harus ditangani.

"Soal ekonomi itu soal perut rakyat. Jadi jangan sampai perut rakyat kosong. Jadi kementerian sektor ekonomi harus membangun optimisme," papar dia.

Sedangkan di sektor hukum juga dituntut jauh lebih bagus. Karena selama ini penegakkan hukum dinilai masih tebang pilih dan tidak adil. Di samping itu, pemberantasan korupsi juga berpotensi semakin meredup.

"Jadi bangun kepercayaan masyarakat dengan keluarkan Perppu KPK," papar dia.

Terakhir, kata Ujang, di sektor pertahanan negara juga penting. Baginya, negara bukan saja harus kuat dalam alat-alat utama sistem persenjataan, namun juga para prajurit harus sejahtera dan NKRI harus terjaga. "Jangan sampai terjadi disintegrasi bangsa," kata Ujang mengingatkan.
(maf)
Berita Terkait
Selain Wapres, Jokowi...
Selain Wapres, Jokowi Disarankan Aktifkan Ma'ruf Amin Jadi Penasihat
Ini Deretan Menteri...
Ini Deretan Menteri Terbaik di Kabinet Jokowi-KH Ma'ruf Amin Versi LPI
Pemerintah Diimbau Antisipasi...
Pemerintah Diimbau Antisipasi Gimik Politik Terkait Dana Stimulus UMKM
Survei: 67,8% Publik...
Survei: 67,8% Publik Puas terhadap Kinerja Jokowi-Maruf
Jokowi Harus Respons...
Jokowi Harus Respons Soal Perombakan Kabinet di Tengah Pandemi Corona
Wapres Ma’ruf Amin...
Wapres Ma’ruf Amin Pimpin Pemerintahan Sementara, Jubir Sebut Tidak Ada Persiapan Khusus
Berita Terkini
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Pengamat Militer dan...
Pengamat Militer dan Intelijen: Kunjungan PM India ke Indonesia Fokus pada 5 Pilar Utama
Kortas Tipikor Tetapkan...
Kortas Tipikor Tetapkan Eks Dirut PTPN XI Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pabrik Gula Assembagoes
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved