Prihatin Turbulensi Sosial Politik, Fokal IMM Gelar Silaturrahim Nasional

Rabu, 16 Oktober 2019 - 16:10 WIB
Prihatin Turbulensi...
Prihatin Turbulensi Sosial Politik, Fokal IMM Gelar Silaturrahim Nasional
A A A
JAKARTA - Koordinator Nasional Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Kornas Fokal IMM) akan menggelar Silaturrahim Nasional (Silatnas). Turbulensi sosial politik di Tanah Air belakangan ini mendorong Fokal IMM menggelar silatnas.

Digelar di Hotel Grand Sahid Jakarta, Jumat-Sabtu, 18-19 Oktober 2019, silatnas akan dihadiri pengurus kornas, tokoh alumni, dam 31 korwil se-Indonesia. Rencananya silatnas dibuka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi.

"Kami meyakini dinamika politik saat Pilpres lalu yang sarat dengan pesan berbau SARA, kerusuhan 21-22 Mei, serta belakangan kita simak juga terjadi di Papua, merebaknya radikalisme, serta unjuk rasa isu KPK yang juga membawa korban jiwa di Kendari, bukan lah sesuatu yang bisa kita pandang remeh," kata Ketua Umum Kornas Fokal IMM, Armyn Gultom usai memimpin rapat persiapan Silatnas di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Selasa malam (15/10 2019).

Dosen FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta ini menyebut, semua fraktal tersebut mesti ditelaah dan dibincangkan secara mendalam, agar bisa disikapi secara tepat. "Alumni IMM dengan beragam latar belakang keilmuan ingin berkontribusi, memberi masukan pada pemerintah sekaligus menyusun langkah yang dapat dilakukan sendiri karena persoalan bangsa adalah soal bersama dan semua elemen bangsa patut berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing," ujar pengurus PP Muhammadiyah ini.

Ia mengatakan, alumni IMM jumlahnya jutaan. Mereka tersebar di perguruan tinggi Muhammadiyah, perguruan tinggi negeri, dan perguruan tinggi Islam negeri serta swasta lainnya. “Mereka memiliki potensi luar biasa dalam melakukan pencerahan dan agenda kontributif lainnya bagi bangsa," ujarnya.

Terkait pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Minggu 20 Oktober mendatang, Armin mengingatkan demokrasi harus dijaga. Tidak hanya pada pelaksanaan prosedur demokrasi semata, melainkan juga membangun budaya demokrasinya.

"Pasangan Jokowi-KH Ma'ruf merupakan hasil pemilu yang sah. Pelantikannya adalah keniscayaan konstitusional. Tiap keinginan menghalanginya adalah tindakan anti demokrasi, anti-Pancasila. Sebagai elemen civil society, Fokal IMM akan menjadi mitra kritis pemerintah, mendukung tiap langkah pemerintah yang memberi faedah maksimal bagi kemajuan bangsa, serta memberi masukan pada aspek yang dibutuhkan," tandasnya.
(poe)
Berita Terkait
Selain Wapres, Jokowi...
Selain Wapres, Jokowi Disarankan Aktifkan Ma'ruf Amin Jadi Penasihat
Organisasi Bikinan Maruf...
Organisasi Bikinan Ma'ruf Amin Dukung Prabowo-Gibran
Wapres KH Maruf Amin...
Wapres KH Ma'ruf Amin Tinggalkan Rumah Dinas
Ini Deretan Menteri...
Ini Deretan Menteri Terbaik di Kabinet Jokowi-KH Ma'ruf Amin Versi LPI
Siapkan Terobosan Baru,...
Siapkan Terobosan Baru, Pengurus Badko Inspira Banten Dikukuhkan
Wapres Ma’ruf Amin...
Wapres Ma’ruf Amin Pimpin Pemerintahan Sementara, Jubir Sebut Tidak Ada Persiapan Khusus
Berita Terkini
KPK Panggil Lagi Bos...
KPK Panggil Lagi Bos Maktour Fuad Hasan terkait Kasus Kuota Haji
Komentar Judi Online...
Komentar Judi Online Dinilai Bukan Sekadar Promosi, Pakar: Tapi Upaya Provokasi Sistematis
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Prabowo Potong Tumpeng dan Serahkan ke Kapolri
Gerindra: Komunikasi...
Gerindra: Komunikasi Prabowo dengan Jokowi Baik-Baik Aja
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved