Isu Gerindra Dapat 3 Menteri, Hasto: Prioritas Pak Jokowi dari Unsur Kepartaian KIK

Rabu, 09 Oktober 2019 - 09:56 WIB
Isu Gerindra Dapat 3...
Isu Gerindra Dapat 3 Menteri, Hasto: Prioritas Pak Jokowi dari Unsur Kepartaian KIK
A A A
JAKARTA - Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto angkat bicara terkait isu tiga jatah menteri untuk Partai Gerindra, apakah sudah dibicarakan antara Presiden Jokowi dengan partai. Hasto mengatakan, hal yang ideal dalam koalisi sebangun dengan pembentukan kabinet.

"Sehingga skala prioritas pak Jokowi adalah mengedepankan terlebih dahulu para menteri terutama yang berasal dari unsur kepartaian koalisi Indonesia Kerja (KIK)," kata Hasto di Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Namun demikian, kata Hasto, semangat gotong royong telah ditunjukkan PDIP dalam pemilihan pimpinan DPR dan MPR. Meski PDIP, menang dengan kekuatan 60,7 persen, pihaknya tidak menerapkan politik bumi hangus seperti pada pemilu 2014 sehingga, Gerindra, Demokrat dan PKS mendapatkan tempat dalam alat kelengkapan dewan.

Dengan demikian, Hasto menegaskan, kerja sama seluruh parpol berjalan baik di DPR dan MPR. Terkait susuan kabinet itu hak prerogatif presiden tapi tentu dalam demokrasi yang sehat koalisi sebelum pilpres dan pasca pilpres di dalam kabinet itu seharusnya senafas dan sebangun," ujar Hasto.

Terkait dengan posisi Menhan dan Mentan yang dikabarkan akan diberikan kepada Gerindra, Hasto meyakini semangat kesepemahaman yang pada akhirnya akan dilakukan Jokowi bersama parpol koalisi dengan catatan bahwa dipandang perlu melakukan konsolidasi nasional untuk memperkokoh semangat gotong royong.

"Tetapi dalam penyusunan kabinet setelah bapak Jokowi-Ma'ruf Amin dilantik tentu saja nafasnya, basis pendukungnya, itu dari koalisi indonesia kerja," tutur dia.

Karenanya, Hasto menganggap, seluruh isu yang beredar mengenai jatah menteri untuk Gerindra merupakan dinamika yang biasa terjadi dan menyebut sah-sah saja pendapat setiap orang. "Ta tentu saja banyak dinamika, boleh-boleh saja setiap orang berpendapat. Tapi konstruksi demokrasi yang sehat, koalisi sebelum pilpres dan pasca pilpres adalah sebangun," tandasnya.
(pur)
Berita Terkait
Selain Wapres, Jokowi...
Selain Wapres, Jokowi Disarankan Aktifkan Ma'ruf Amin Jadi Penasihat
Wapres Ma’ruf Amin...
Wapres Ma’ruf Amin Pimpin Pemerintahan Sementara, Jubir Sebut Tidak Ada Persiapan Khusus
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Istana Buka Kemungkinan...
Istana Buka Kemungkinan Reshuffle Kabinet Sebelum 2020 Berakhir
Jejak Reshuffle Kabinet...
Jejak Reshuffle Kabinet Era Jokowi-Ma'ruf Amin
Berita Terkini
Prabowo Cerita di Depan...
Prabowo Cerita di Depan Modi, Mengaku Punya DNA India
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
Prabowo Minta Dibentuk...
Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Begini Reaksi Mendiktisaintek
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Infografis
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved