Pembacaan Doa di Paripurna MPR Terbiasa Dibacakan Laki-Laki

Sabtu, 28 September 2019 - 12:08 WIB
Pembacaan Doa di Paripurna...
Pembacaan Doa di Paripurna MPR Terbiasa Dibacakan Laki-Laki
A A A
JAKARTA - Akademisi dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komaruddin mengatakan, jika mengacu konvensi kenegaraan sejak Indonesia merdeka, setiap acara resmi kenegaraan termasuk acara MPR ditutup dengan pembacaan doa selalu dibacakan oleh laki - laki dan umat Islam.

Hal tersebut disampaikan oleh Ujang saat memberikan pandangan terhadap keluhan Anggota MPR Fraksi partai Gerindra Rahayu Saraswati Djojhadikusumo yang mengaku telah digagalkan dalam pembacaan doa oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan.

"Karena memang yang biasanya itu diambil dari umat mayoritas (islam) tapi, umat mayoritas berdoanya juga mengizinkan umat agama yang lain untuk membaca doa sesuai agama masing- masing. Itu juga menjadi kebiasaan dalam konteks kenegaraan di Indonesia ini," ujar Ujang kepada wartawan, Sabtu, (28/9/2019).

Ujang juga menilai, alasan yang disampaikan oleh Rahayu lantaran dirinya perempuan dan non-muslim juga sehingga dibatalkan proses pembacaan doa dalam sidang paripurna akhir tersebut tidak tepat.

"Ini bukan soal perempuanya tapi memang kebiasaanya yang dari dulu dan sekarang seperti itu ketika pembacaan doa yang kemudian diikuti oleh agama lain.ini kan sama juga seperti proses pelantikan pejabat negara," jelas Ujang.

Ujang menyarankan, demi menjaga perdamaian dan menghindari polemik yang tidak penting alangkah baiknya jika proses ini dikembalikan kepada awal yang.

Sekretaris JenderalMPR Ma'ruf Cahyono mengakui Fraksi Gerindra yang mengajukan Anggota MPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo sebagai pemandu doa.

Namun, kata dia, sebelum Sidang Paripurna MPR tanggal 27 September 2019, pimpinan MPR membahas dan mempertimbangkan usulan Fraksi Partai Gerindra yang mengajukan nama Rahayu untuk membacakan doa.

"Tapi kemudian (MPR) memutuskan bahwa yang akan memimpin doa dalam Sidang Paripurna adalah Pimpinan MPR langsung dalam hal ini Hidayat Nurwahid, Wakil Ketua MPR RI," ujar dia terpisah.

Kemudian, lanjut dia, Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Gerindra, Bapak Ahmad Muzani tidak sependapat dan setelah melalui pembahasan yang melibatkan pimpinan MPR lainya.

"Maka pimpinan MPR memutuskan doa langsung dipimpin oleh Ketua MPR selaku Ketua Sidang Paripurna MPR, Bapak Zulkifli Hasan," pungkas dia.
(vhs)
Berita Terkait
Berebut Kursi Pimpinan...
Berebut Kursi Pimpinan MPR, Sejumlah Nama Bermunculan
Riwayat Pendidikan Pimpinan...
Riwayat Pendidikan Pimpinan MPR RI Periode 2019-2024, Lulusan Kampus Mana Saja?
Ketua MPR Sebut Usulan...
Ketua MPR Sebut Usulan Utusan Golongan Patut Dipertimbangkan
Desak Copot Sri Mulyani...
Desak Copot Sri Mulyani dan Minta Anggaran Naik, Apa Tugas MPR?
Ahmad Muzani Resmi Jabat...
Ahmad Muzani Resmi Jabat Ketua MPR RI Periode 2024-2029
MPR RI Nonaktifkan Dewan...
MPR RI Nonaktifkan Dewan Juri dan MC Cerdas Cermat 4 Pilar 2026 Usai Tuai Polemik
Berita Terkini
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
Demi Framing, Pengamat...
Demi Framing, Pengamat Menilai Jusuf Hamka Catut Nama Mbak Tutut dan TPI ke Polemik CMNP dengan MNC Asia
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved