IJTI Keluarkan Petisi Tolak RKUHP

Selasa, 24 September 2019 - 08:36 WIB
IJTI Keluarkan Petisi...
IJTI Keluarkan Petisi Tolak RKUHP
A A A
JAKARTA - DPR periode 2014-2019 berencana mensahkan RKUHP akhir September ini. Jika RKUHP ini disahkan menjadi Undang-Undang (UU) maka akan menjadi preseden buruk bagi kebebasan pers yang tengah tumbuh dan berkembang di Tanah Air.

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Yadi Hendriana menilai, pasal-pasal dalam RKUHP akan berbenturan dengan UU Pers yang menjamin dan melindungi kerja-kerja pers. Kemerdekaan Pers dan kebebasan berekspresi adalah hak asasi manusia (HAM) yang harus dijamin, dilindungi dan dipenuhi dalam demokrasi. (baca juga: RKUHP Dinilai Bermasalah dari Sisi Formulasi dan Substansi)

Tanpa kemerdekaan pers dan kebebasan berekspresi maka demokrasi yang telah diperjuangkan dengan berbagai pengorbanan, akan berjalan mundur.

”Keberadaan pasal-pasal karet di KUHP tersebut akan mengarahkan kita pada praktik otoritarian seperti yang terjadi di era Orde Baru yang menyamakan kritik pers dan pendapat kritis masyarakat sebagai penghinaan dan ancaman kepada penguasa,” katanya.

Pasal-pasal yang mengancam kebebasan pers adalah sebagai berikut:

1. Pasal 219 Tentang Penghinaan Terhadap Presiden atau Wakil Presiden
2. Pasal 241 Tentang Penghinaan Terhadap Pemerintah
3. Pasal 247 Tentang Hasutan Melawan Penguasa
4. Pasal 262 Tentang Penyiaran Berita Bohong
5. Pasal 263 Tentang Berita Tidak Pasti
6. Pasal 281 Tentang Penghinaan Terhadap Pengadilan
7. Pasal 305 Tentang Penghinaan Terhadap Agama
8. Pasal 354 Tentang Penghinaan Terhadap Kekuasaan Umum atau Lembaga Negara
9. Pasal 440 Tentang Pencemaran Nama Baik
10.Pasal 444 Tentang Pencemaran Orang Mati

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meminta agar pengesahan RKUHP ini ditunda dan tidak harus dipaksakan untuk disahkan oleh DPR periode sekarang. ”Namun, jika DPR tetap bersikeras mengesahkan RKUHP ini, maka RKUHP akan tetap berlaku meskipun Presiden sebagai kepala negara tidak menandatanganinya,” ucapnya.

Sekjen Indria Purnama Hadi IJTI mengatakan, situasi ini menunjukkan adanya darurat kebebasan pers. RKUHP ini bisa akan dijadikan alat untuk membungkam pers yang kritis.

”Tidak ada cara lagi selain kita harus menolak. Insan pers, penggiat demokrasi dan seluruh lapisan masayarakat harus bersatu bersama-sama menolak RKUHP. Melalui petisi ini IJTI mengajak seluruh elemen pers dan seluruh lapisan masyarakat menolak RKUHP,” tegasnya.
(cip)
Berita Terkait
Amanah UU, Badan Peradilan...
Amanah UU, Badan Peradilan Khusus Pilkada Harus Segera Dibentuk
Pakar Hukum Minta DPR...
Pakar Hukum Minta DPR Pahami UU Terkait Calon Anggota BPK
Pakar Hukum Nilai Analisis...
Pakar Hukum Nilai Analisis dari Rencana Revisi UU MK Sangat Dangkal
UU Minerba Bentuk Perlindungan...
UU Minerba Bentuk Perlindungan Negara untuk Korporasi Tambang
Isolasi Desa Dianggap...
Isolasi Desa Dianggap Lebih Efektif, Nabil Haroen: Kebijakan Harus Tepat
Yasonna Bikin Kesal,...
Yasonna Bikin Kesal, Komisi II DPR Siapkan Teguran lewat Presiden
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
AS Tolak Rencana Inggris...
AS Tolak Rencana Inggris untuk Kirim Pasukan ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved