Gelar Ratas, Presiden Jokowi Perintahkan Segera Pulihkan Kondisi Papua

Jum'at, 30 Agustus 2019 - 20:16 WIB
Gelar Ratas, Presiden...
Gelar Ratas, Presiden Jokowi Perintahkan Segera Pulihkan Kondisi Papua
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas (Ratas) untuk membahas situasi terkini di Papua. Jokowi langsung menggelar rapat setibanya di Jakarta setelah sebelumnya melakukan kunjungan kerja di DIY dan Jawa Tengah.

“Saya perintahkan agar situasi keamanan dan ketertiban di Papua benar-benar dijaga dan segera cepat-cepatnyanya dipulihkan,” ujar Jokowi saat membuka Ratas di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Jokowi menekankan bahwa semua warga negara tanpa terkecuali harus dilindungi harkat dan martabatnya. Dia meminta agar kerusakan-kerusakan di Papua segera diperbaiki.

“Kerusakan fasilitas umum agar segera diperbaiki sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan bagi publik, aktivitas pemerintahan juga dikembalikan. Saya percaya bahwa warga di Papua adalah warga yang cinta damai, cinta kepada bangsa dan negara,“ tuturnya.

Pada Ratas tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta ini kembali memerintahkan untuk menindak tegas pelanggar hukum. Dia mengatakan tidak ada tolerannsi bagi perusuh dan pelaku anarskis. Termasuk para pelaku tindakan rasisme.

“Juga memerintahkan aparat keamanan menindak tegas siapa pun yang lakukan tindakan rasialis dalam bentuk apapun,” pungkasnya.

Dalam ratas tersebut hadir Wakil Presiden (Wapres) Jususf Kalla (JK), Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung dan Kepala BIN Budi Gunawan.
(kri)
Berita Terkait
Tak Dibarengi Transisi...
Tak Dibarengi Transisi Administrasi dan Politik, Otsus Papua Harus Direvisi
Hari Perdamaian Dunia,...
Hari Perdamaian Dunia, Indonesia Diminta Adopsi Resolusi Damai untuk Papua
Penerapan Otonomi Khusus...
Penerapan Otonomi Khusus di Papua oleh Pemerintah Diapresiasi
Pendekatan Jokowi ke...
Pendekatan Jokowi ke Papua Harus Ditopang dengan Iklim Demokrasi
Pengamat Beberkan Perbedaan...
Pengamat Beberkan Perbedaan Kasus Rasialis Flyod di Amerika dan Papua
Papua Sah dan Final...
Papua Sah dan Final Secara Hukum Internasional sebagai Bagian dari Indonesia
Berita Terkini
Robikin Emhas: Marwah...
Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik-cabik Hanya karena Konflik Elite PBNU
Polemik Londo Ireng,...
Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Apresiasi Pelaksanaan...
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved