Gaya Hidup dan Ancaman Diabetes

loading...
Gaya Hidup dan Ancaman Diabetes
Gaya Hidup dan Ancaman Diabetes
A+ A-
GAYA Hidup Picu Diabetes. Topik ini menjadi judul laporan utama KORAN SINDO edisi Rabu (28/8). Topik ini dipilih untuk memotret kenyataan yang kian mengkhawatirkan mengenai penyakit yang jumlah penderitanya terus meningkat setiap tahun ini.

Penyakit yang juga disebut kencing manis ini memang wajib diwaspadai, terutama oleh masyarakat perkotaan karena kini menjadi penyebab kematian ketiga di Indonesia setelah stroke dan jantung.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut masyarakat dunia yang menderita diabetes diperkirakan sudah mencapai 422 juta jiwa. Angka ini empat kali lebih banyak dari 30 tahun lalu.

Indonesia menduduki peringkat keenam dunia dengan jumlah diabetes terbesar, yakni 10,3 juta jiwa. Bahkan, penderita diperkirakan akan mencapai 30 juta orang pada 2030.



Khusus di Jakarta, data dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan Tahun 2018 menunjukkan, prevalensi diabetes meningkat dari 2,5% menjadi 3,4% dari total 10,5 juta jiwa penduduk.

Artinya, sekitar 250.000 penduduk di DKI Jakarta menderita diabetes. Jumlah ini belum menggambarkan fakta sesungguhnya karena sebagian warga tidak sadar menderita sebab belum memeriksakan diri. Dari 10,5 juta penduduk Ibu Kota, baru sekitar 5,3% atau 566.000 yang sudah melakukan pengecekan diabetes.

Selain kesadaran memeriksakan diri yang rendah, pelayanan kesehatan yang belum memadai juga diduga memberi pengaruh pada tingginya prevalensi diabetes. Saat ini pelayanan kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas belum cukup untuk mengobati diabetes.



Melihat tren jumlah penderita yang meningkat, maka dibutuhkan kepedulian yang tinggi untuk dapat mengendalikan penyakit ini. Apalagi, diabetes tidak hanya persoalan kesehatan.
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top