Bappenas Serahkan Dua Kajian Lokasi Ibu Kota Baru ke Jokowi
Jum'at, 23 Agustus 2019 - 18:52 WIB
Bappenas Serahkan Dua Kajian Lokasi Ibu Kota Baru ke Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyerahkan dua kajian terkait lokasi ibukota negara baru yang ditunggu Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Presiden Jokowi memanggil Bambang ke Istana untuk membahas hal tersebut.
Sebelumnya Jokowi mengatakan belum memutuskan lokasi ibu kota negara baru karena masih ada dua kajian yang belum diserahkan kepadanya.
“Saya dipanggil Presiden, sekaligus kami menyerahkan detail kajian yang kemarin masih diminta Pak Presiden mengenai ibu kota baru. Dua detail itu terkait dengan struktur tanah dan dampak ekonomi dari pembangunan kota baru. Jadi sudah kami serahkan,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (23/8/2019).
Dia mengatakan, kondisi struktur tanah dan dampak ekonomi tersebut merupakan hal yang harus didalami.Dia mengungkapkan bahwa presiden akan mempelajarinya sebelum mengambil keputusan. “Presiden akan melihat dan me-review. Mudah-mudahan setelah itu akan ambil keputusan,” tuturnya.
Mengenai informasi ibu kota negara baru di Kalimantan Timur, Bambang tidak menjawab secara jelas. Dia mengatakan bahwa hal tersebut akan diumumkan oleh presiden secara langsung.
“Tunggu pengumuman Istana ya,” ungkapnya.
Menanggapi masih adanya penolakan pemindahan ibukota oleh beberapa anggota DPR, dia mengatakan akan ada prosesnya.
“Siapa DPR menentang? Kalau satu dua anggota ya, jadi nanti ada prosesnya,” tuturnya.
Presiden Jokowi memanggil Bambang ke Istana untuk membahas hal tersebut.
Sebelumnya Jokowi mengatakan belum memutuskan lokasi ibu kota negara baru karena masih ada dua kajian yang belum diserahkan kepadanya.
“Saya dipanggil Presiden, sekaligus kami menyerahkan detail kajian yang kemarin masih diminta Pak Presiden mengenai ibu kota baru. Dua detail itu terkait dengan struktur tanah dan dampak ekonomi dari pembangunan kota baru. Jadi sudah kami serahkan,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (23/8/2019).
Dia mengatakan, kondisi struktur tanah dan dampak ekonomi tersebut merupakan hal yang harus didalami.Dia mengungkapkan bahwa presiden akan mempelajarinya sebelum mengambil keputusan. “Presiden akan melihat dan me-review. Mudah-mudahan setelah itu akan ambil keputusan,” tuturnya.
Mengenai informasi ibu kota negara baru di Kalimantan Timur, Bambang tidak menjawab secara jelas. Dia mengatakan bahwa hal tersebut akan diumumkan oleh presiden secara langsung.
“Tunggu pengumuman Istana ya,” ungkapnya.
Menanggapi masih adanya penolakan pemindahan ibukota oleh beberapa anggota DPR, dia mengatakan akan ada prosesnya.
“Siapa DPR menentang? Kalau satu dua anggota ya, jadi nanti ada prosesnya,” tuturnya.
(dam)