Jokowi Pilih Jaksa Agung Nonparpol, Begini Reaksi Nasdem

Kamis, 15 Agustus 2019 - 21:09 WIB
Jokowi Pilih Jaksa Agung...
Jokowi Pilih Jaksa Agung Nonparpol, Begini Reaksi Nasdem
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyatakan kursi Jaksa Agung pada kabinet mendatang tidak berasal dari partai politik (parpol).

Sebelumnya, posisi Jaksa Agung yang saat ini dipegang M Prasetyo menuai prokontra. Sebab, Prasetyo sebelumnya merupakan kader Partai Nasdem, sebelum akhirnya diberhentikan dari keanggotaan partai setelah ditunjuk sebagai Jaksa Agung. Posisi tersebut dinilai membuat penegakan hukum berpotensi tebang pilih.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Nasdem Jhonny G Plate mengatakan, partainya tidak pernah menentukan syarat kepada Jokowi untuk memberikan jatah kursi Jaksa Agung bagi Nasdem.

Jhonny bahkan menyebut ada pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan untuk mendapatkan jabatan Jaksa Agung dengan menyerang Nasdem melalui argumen-argumen imajinatif yang mendiskreditkan Nasdem.

”Enggak ada syarat-syarat itu bahwa apa pun Nasdem harus mendapatkan Jaksa Agung. Enggak ada itu. Karena ada yang punya kepentingan untuk mendapatkan (kursi-red) Jaksa Agung mengunakan kondisi Nasdem dengan menyerang Nasdem dengan argumen-argumen imajinatifnya supaya dapat jabatan itu. Mudah-mudahan Pak Jokowi mendapatkan Jaksa Agung sesuai spesifikasinya,” tutur Jhonny Plate dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk Tebak-tebakan Isi Kabinet Jokowi, Parpol Nonparlemen Dilibatkan? di Media Center Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Menurut Jhonny Plate, ketika Jokowi menyatakan bahwa Jaksa Agung mendatang bukan berasal dari kader parpol tertentu, harus dilihat apakah dia masih berasal dari keluarga Adhyaksa atau tidak.

Kalau dari keluarga Adhyaksa juga harus ditanyakan apakah jaksa aktif sebagai aparatur sipil negara (ASN) atau pensiunan. ”Kalau jaksa aktif atau ASN, JAM (Jaksa Agung Muda) atau setingkat JAM, dan itu pasti bukan parpol karena ASN tidak boleh menjadi parpol. Tolong dilihat baik-baik, yang jadi soal setelah jadi Jaksa Agung lirik-lirike nggak dia ke parpol?” katanya.

Kedua adalah Jaksa Agung dari keluarga Adhyaksa yang sudah pensiun. Dia bisa ada di parpol seperti M Prasetyo sebelumnya. Ketiga adalah mereka yang bukan berasal dari keluarga Adhyaksa atau profesional dan bukan dari parpol sama sekali, tapi memiliki kompetensi yang memadahi dan mengetahui dengan baik lingkungan Adhyaksa atau Jaksa Agung atau kejaksaan lainnya.

”Sekali lagi siapa orangnya, kita tunggulah nanti Pak Jokowi umumkan. Silakan Pak Jokowi memilih. Kami sampaikan apa adanya, kami nggak minta portofolio kabinet. Apa perlu (disumpah-red) di atas kitab suci? Pak Jokowi tahu apa yang harus diperbuat,” katanya.

Jhonny mengatakan, posisi Jaksa Agung dari profesional nonparpol itu sudah sesuai dengan keinginan Nasdem.

”Pak Prastyo itu keluarga besar Adhyaksa yang kemudian masuk Nasdem, lalu diberhentikan dari anggota sehingga saat ini dia adalah Jaksa Agung nonparpol. Nah, demikian juga berikutnya kalau bisa Jaksa Agung dari yangg profesional nonparpol, bisa berasal keluarga besar Adhyaksa apakah Adhyaksa aktif yaitu ASN, kalau itu pasti bukan parpol karena dia tidak boleh menurut UU, atau Adhyaksa yang sudah pensiun yang belum masuk parpol atau tidak ada hubungannya dengan parpol atau berhenti dari parpol,” katanya.

Dia bersyukur ketika Jokowi mengatakan kabinet mendatang sudah dibentuk dengan komposisi 55% profesional dan 45 persen dari parpol. ”Kami bersyukur karena tugas pertamanya (presiden terpilih) sudah selesai dikerjakan,” tuturnya.

Jhonny mengatakan, Jokowi telah melakukan diskusi berkali-kali dengan para ketua umum parpol Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Meski, kalau pertemuan yang melibatkan seluruh ketua umum parpol koalisi secara khsus belum dilakukan.

”Intinya pengumuman kabinet itu salah satu momentum demokrasi yang ditunggu public. Marilah kita jaga bersama-sama, kita kawal bersama-sama agar pengumuman itu mendapat dukungan rakyat dalam negeri, mendapat dukungan pasar dalam negeri dan mendapat dukungan pasar internasional,” katanya.
(dam)
Berita Terkait
Reshuffle Kabinet, Partai...
Reshuffle Kabinet, Partai Demokrat: Kami Tidak Akan Mencampurinya
Isu Reshuffle Kabinet,...
Isu Reshuffle Kabinet, Ini Arahan AHY dan Sikap Partai Demokrat
Langkah ICW Minta Jokowi...
Langkah ICW Minta Jokowi Berhentikan Jaksa Agung Dinilai Berlebihan
Partai Demokrat Minta...
Partai Demokrat Minta Penanganan Wabah Corona Tidak Politis
Demokrat Pertanyakan...
Demokrat Pertanyakan Belum Ada Langkah Taktis Jokowi Setelah Marahi Menteri
Kinerja Menteri Rendah,...
Kinerja Menteri Rendah, Politikus Demokrat Nilai Perlu Reshuffle Kabinet
Berita Terkini
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Pimpinan Lembaga Antirasuah...
Pimpinan Lembaga Antirasuah Diduga Terseret Kasus MBG, Ini Tanggapan KPK
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved