Kasus Impor Bawang, KPK Geledah Ruang di Kementan dan Kemendag

Senin, 12 Agustus 2019 - 18:15 WIB
Kasus Impor Bawang,...
Kasus Impor Bawang, KPK Geledah Ruang di Kementan dan Kemendag
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyegel sejumlah ruangan di Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Penyegelan dilakukan pada Jumat 9 Agustus 2019 berkaitan penyidikan kasus dugaan suap pengurusan izin impor bawang putih tahun 2019.

"Tanggal 9 Agustus (penggeledahan-red) di Indocev dan penyegelan beberapa ruangan di Kemendag dan Kementan,‎" ujar Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Chrystelina GS saat dikonfirmasi, Senin (12/8/2019).

Selain menyegel ruangan di Kementan dan Kemendag, KPK juga telah menggeledah kantor money changer Indocev milik anggota Komisi VI DPR, Fraksi PDIP, I Nyoman Dhamantra. Penggeledahan dilakukan pada hari yang sama.

‎Sebelumnya, KPK juga telah menggeledah dua lokasi di Jakarta Selatan. Dua lokasi tersebut, yakni apartemen milik Nyoman Dhamantra di daerah Permata Hijau dan rumah milik Nyoman Dhamantra di daerah Cilandak.

Penggeledahan dilakukan pada Sabtu 10 Agustus 2019. Dari penggeledahan tersebut, tim KPK menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik yang disinyalir berkaitan dengan kasus dugaan suap bawang putih.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin impor bawang putih tahun 2019. Mereka adalah anggota komisi VI DPR Fraksi PDIP I Nyoman Dhamantra, orang kepercayaan I Nyoman, Mirawati Basri; serta empat pihak swasta, Afung, Doddy Wahyudi, Zulfikar, dan Elviyanto.‎ (Baca juga: I Nyoman Dhamantra Jadi Tersangka Kasus Suap Impor Bawang )
I Nyoman diduga telah menerima suap sebesar Rp2 miliar dari total komitmen fee sebesar Rp39,6 miliar untuk pengurusan izin impor 20.000 ton bawang putih yang akan masuk ke Indonesia. Suap tersebut berasal dari pengusaha Chandry Suanda.

Pemulusan suap untuk pengurusan bawang putih tersebut dibantu oleh Doddy Wahyudi, Zulfikar, Elviyanto, dan Mirawati. Keempatnya mempunyai peran masing-masing dalam memuluskan izin impor bawang putih ke Indonesia.
(dam)
Berita Terkait
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
OTT Hanya Dua Kali dalam...
OTT Hanya Dua Kali dalam 6 Bulan, KPK: Penjahatnya Lebih Pintar
Breaking News: KPK Gelar...
Breaking News: KPK Gelar OTT Jakarta dan Bekasi, Pejabat Negara Ditangkap
OTT di Jakarta dan Semarang,...
OTT di Jakarta dan Semarang, KPK Amankan Pejabat Perkeretaapian
Hanya Tangkap 5 Orang,...
Hanya Tangkap 5 Orang, KPK Akui Tak Banyak OTT Sepanjang Semester I 2022
Usai Terjaring OTT KPK,...
Usai Terjaring OTT KPK, Bupati Meranti Segera Diterbangkan ke Jakarta
Berita Terkini
Partai Perindo Hadiri...
Partai Perindo Hadiri Milad PBB, Dukung Konsolidasi Politik untuk Stabilitas Nasional
Beda Jagoan Final Piala...
Beda Jagoan Final Piala Dunia dengan Gus Muhaimin, Bang Jamil: Persaudaraan Tetap Nomor Satu
Cita-cita Prabowo 14...
Cita-cita Prabowo 14 Tahun Lalu: Ingin Rakyat Indonesia Punya Taraf Hidup Tak Kalah dari Singapura
Kuasa Hukum Ungkap Hubungan...
Kuasa Hukum Ungkap Hubungan Don Ritto-Febrie Adriansyah: Satu Kampung
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Alasan Bersedia Menjadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Pimpin Panen Raya di...
Pimpin Panen Raya di Malang, Prabowo: Bukti TNI Hadir Perkuat Kemandirian Pangan
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved