Kasus Suap Impor Bawang Putih Diharapkan Diusut Tuntas

Jum'at, 09 Agustus 2019 - 07:33 WIB
Kasus Suap Impor Bawang...
Kasus Suap Impor Bawang Putih Diharapkan Diusut Tuntas
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Anggota Komisi VI DPR asal Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Dhamantra (INY) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengurusan izin impor bawang putih tahun 2019.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan menetapkan I Nyoman Dhamantra (INY) sebagai tersangka," ujar Ketua KPK Agus Rahardjo dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (8/8/2019).

Status tersangka ini merupakan dari terjaringnya operasi tangkap tangan (OTT) 11 orang terduga terkait dengan Impor bawang putih baru-baru ini.

Merespons hal ini, Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) sudah lama mengingatkan dan mengkritik kebijakan dan praktik importasi bawang putih, sebelum terjadinya OTT.

"Karena sering menimbulkan gejolak harga di pasar dan konsumen, sehingga meyumbang inflasi periode Maret-April 2019. Bahkan untuk kasus tingginya harga bawang putih tersebut Almisbat sudah melaporkan ke KPPU mengenai dugaan rekayasa harga dan kartel," kata Anggota Dewan Pertimbangan Almisbat, Syaiful Bahari, Jumat (9/8/2019).

Kata Syaiful, pihaknya memberi apresiasi kepada KPK yang cepat tanggap membongkar kasus suap dan permainan kuota bawang putih ini, sehingga konsumen dirugikan. Suap yang dilakukan pengusaha ini untuk memuluskan izin memperoleh kuota impor bawang putih.

"Diharapkan kasus OTT ini bisa menjadi pintu masuk bagi KPK untuk membongkar secara menyeluruh tidak hanya kasus suapnya saja tetapi juga sumber peraturan yang memberi peluang kepada para pihak untuk melakukan korupsi," jelasnya.

"Semakin peraturan diperketat maka peluang pengusaha untuk mendapatkan izin impor secara terbuka dan fair semakin kecil, Akhirnya banyak importir mencari jalan tikus untuk bisa mendapatkan kuota termasuk menyuap para pejabat negara yang mempunyai akses langsung penerbitan izin Impor," sambungnya.

Syaiful menjelaskan, bawang putih menjadi bancakan nasional karena keuntungannya menggiurkan, jadi banyak pengusaha tergiur bermain di Bawang Putih.

"Ini juga bisa sebagai momentum bagi Pemerintahan Jokowi Periode kedua untuk mencabut atau merevisi semua peraturan yang memberi ruang bagi suburnya praktik KKN, Monopoli dan Kartel karena ketiga perilaku tersebut berakibat pada korupsi," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
OTT Hanya Dua Kali dalam...
OTT Hanya Dua Kali dalam 6 Bulan, KPK: Penjahatnya Lebih Pintar
Breaking News: KPK Gelar...
Breaking News: KPK Gelar OTT Jakarta dan Bekasi, Pejabat Negara Ditangkap
OTT di Jakarta dan Semarang,...
OTT di Jakarta dan Semarang, KPK Amankan Pejabat Perkeretaapian
Hanya Tangkap 5 Orang,...
Hanya Tangkap 5 Orang, KPK Akui Tak Banyak OTT Sepanjang Semester I 2022
Usai Terjaring OTT KPK,...
Usai Terjaring OTT KPK, Bupati Meranti Segera Diterbangkan ke Jakarta
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved