Parpol Oposisi Disarankan Segera Bahas Pimpinan MPR
Kamis, 11 Juli 2019 - 20:43 WIB
Parpol Oposisi Disarankan Segera Bahas Pimpinan MPR
A
A
A
JAKARTA - Parpol oposisi yakni Partai Gerindra, PKS, PAN dan Partai Demokrat disarankan untuk segera melakukan konsolidasi pembentukan paket Pimpinan MPR. Pasalnya, Koalisi Indonesia Kerja (KIK) sudah memiliki kekuatan mayoritas di parlemen meskipun, KIK membuka diri untuk melalukan komunikasi.
"Demi pemilihan berlangsung baik, Koalisi Adil Makmur bentuk formasinya dengan kelompok DPD dan KIK bentuk formasinya dengan DPD sehingga ada pemilihan, jangan semuanya bergabung-gabung," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Johnny G Plate di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/7/2019).
Terlebih, lanjut Johnny, untuk memenangkan paket Pimpinan MPR ini tidak terlalu sulit bagi KIK seperti pada pemilihan 2014 lalu. Sekarang lebih mudah karena KIK dari sisi kekuatan politik di parlemen terdapat 349 anggota atau setara dengan 60,7% yang artinya sudah menguasai suara mayoritas di parlemen.
"Dari koalisi KIK tidak terlalu sulit seperti 2014, sekarang lebih mudah," ucap Johnny.
Namun demikian, kata Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf ini, diskusi masih cair dan pembicaraan masih dinamis. Dan untuk kegotongroyongan politik, semua ruang akan dibuka demi kebaikan bangsa.
Untuk Nasdem sendiri, dia menambahkan, Nasdem akan mendorong tokoh senior yang punya kompetensi yang memadai dan memperhatikan keterwakilan gender dalam unsur Pimpinan di DPR dan MPR.
"Kami lakukan itu karena capaian yang besar kami adalah representasi gender yaitu 32,2 persen anggota DPR baru Nasdem adalah perempuan," tandasnya.
"Demi pemilihan berlangsung baik, Koalisi Adil Makmur bentuk formasinya dengan kelompok DPD dan KIK bentuk formasinya dengan DPD sehingga ada pemilihan, jangan semuanya bergabung-gabung," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Johnny G Plate di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/7/2019).
Terlebih, lanjut Johnny, untuk memenangkan paket Pimpinan MPR ini tidak terlalu sulit bagi KIK seperti pada pemilihan 2014 lalu. Sekarang lebih mudah karena KIK dari sisi kekuatan politik di parlemen terdapat 349 anggota atau setara dengan 60,7% yang artinya sudah menguasai suara mayoritas di parlemen.
"Dari koalisi KIK tidak terlalu sulit seperti 2014, sekarang lebih mudah," ucap Johnny.
Namun demikian, kata Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf ini, diskusi masih cair dan pembicaraan masih dinamis. Dan untuk kegotongroyongan politik, semua ruang akan dibuka demi kebaikan bangsa.
Untuk Nasdem sendiri, dia menambahkan, Nasdem akan mendorong tokoh senior yang punya kompetensi yang memadai dan memperhatikan keterwakilan gender dalam unsur Pimpinan di DPR dan MPR.
"Kami lakukan itu karena capaian yang besar kami adalah representasi gender yaitu 32,2 persen anggota DPR baru Nasdem adalah perempuan," tandasnya.
(pur)