Novel Baswedan Minta TGPF Tidak Berspekulasi

Rabu, 10 Juli 2019 - 16:13 WIB
Novel Baswedan Minta...
Novel Baswedan Minta TGPF Tidak Berspekulasi
A A A
JAKARTA - Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) menduga ada motif politik di balik aksi teror air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. TGPF menilai ada sejumlah pihak yang memiliki kepentingan politik dalam peristiwa yang terjadi pada 2017 lalu.

Menanggapi itu, Novel berharap pihak TGPF tidak hanya berspekulasi terkait motif politik yang menimpa dirinya. Namun, TGPF diharapkan mampu mengungkap siapa pelaku lapangan karena hal tersebut penting untuk diketahui.

"Kenapa? mengungkap kejahatan jalanan begini haruslah dimulai dengan pelaku lapangannya tidak mungkin ada pengungkapan pelaku kejahatan seperti ini. Kekerasan jalanan begini hanya di mulai dengan spekulasi aktor intelektual pihak mana, pihak mana. Saya kira itu bukan investigasi ya, itu hanya rekaan atau dugaan-dugaan saja dan saya kira itu tidaklah tepat," ujarnya di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Novel berharap kasus penyiraman air keras yang menimpanya tidak diperkeruh dengan spekulasi apapun termasuk politik. Novel berharap TGPF dapat betul-betul melakukan upaya pembuktian secara sungguh-sungguh sesuai dengan aturan yang berlaku. "Karena kalau hanya spekulasi dan pelakunya sekali lagi tidak dapat maka itu sia-sia," jelasnya.

Terkait dengan rencana Polri yang akan menggelar konferensi pers terkait hasil investigasi TGPF kasus penyiraman Novel pada pekan depan, Novel berharap pihak kepolisian dapat menyampaikan hasil yang positif dan signifikan dari hasil investigasi yang telah dilakukan oleh TGPF.

"Saya tentunya berharap hasil yang ditemukan betul-betul signifikan, betul-betul positif yang itu adalah standar suatu investigasi orang-orang yang punya pengalaman di dunia pengetahuan. Tentunya kita semua doakan agar upaya mengungkap kasus ini dilakukan dengan sungguh-sungguh dan serius," ungkapnya.

Novel mengingatkan kembali agar semua serangan kepada orang-orang KPK diungkap. "Ini bukan sekedar mau membalas orang yang berbuat tapi lebih dari itu setidaknya jangan sampai lagi terjadi ke depan. Karena tentunya menyerang begini adalah upaya untuk menggagalkan pemberantasan korupsi," tutupnya.
(cip)
Berita Terkait
Dua Polisi Penyiram...
Dua Polisi Penyiram Air Keras Novel Baswedan Dituntut 1 Tahun Penjara
Mantan Penyidik KPK,...
Mantan Penyidik KPK, Novel Baswedan Terima Tawaran Jadi ASN Polri
Penyiram Air Keras Novel...
Penyiram Air Keras Novel Baswedan, Rahmat Kadir Divonis 2 Tahun Penjara
Novel Baswedan Bersedia...
Novel Baswedan Bersedia Jadi ASN Polri
Novel Baswedan Anggap...
Novel Baswedan Anggap Persidangan Perkaranya Hanya Formalitas
Jadi ASN Polri, Masihkah...
Jadi ASN Polri, Masihkah Novel Baswedan dkk Garang?
Berita Terkini
Penampakan Bupati Lombok...
Penampakan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Pakai Rompi Oranye KPK
Wamenaker Aplikasi Dermaga...
Wamenaker Aplikasi Dermaga Tingkatkan Efisiensi dan Transparansi Koperasi TKBM
Hadiri ASCN 2026, Safrizal...
Hadiri ASCN 2026, Safrizal Tegaskan Komitmen Indonesia Kembangkan Kota Cerdas
Harlah ke-28 PKB, Perempuan...
Harlah ke-28 PKB, Perempuan Bangsa Gelar 2 Agenda Akbar Perkuat Mesin Organisasi
9 Jaksa Mulai Bekerja...
9 Jaksa Mulai Bekerja Tangani Kasus Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Dirikan LBH, Jro Bima:...
Dirikan LBH, Jro Bima: Perindo Bali Harus Jadi Rumah Keadilan
Infografis
Mutiara Annisa Baswedan,...
Mutiara Annisa Baswedan, Putri Anies yang Raih Beasiswa LPDP ke Harvard
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved