Bangun Toleransi Kaum Muda ASEAN, Indonesia Gelar AYIC

Minggu, 07 Juli 2019 - 12:32 WIB
Bangun Toleransi Kaum...
Bangun Toleransi Kaum Muda ASEAN, Indonesia Gelar AYIC
A A A
JAKARTA - Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olah Raga menjadi host AYIC (ASEAN Yuth Interfaith Camp) 2019 dalam rangka membangun toleransi dan harmoni di kalangan pemuda ASEAN.

Kegiatan ini diikuti oleh delegasi pemuda antaragama dari seluruh negara ASEAN dan dilaksanakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 8-12 Juli 2019.

Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Asrorun Ni'am Sholeh yang menjadi penanggung jawab program ini menyatakan, Indonesia sebagai negara mayoritas muslim perlu menjadi penggerak dalam mewujudkan harmoni, toleransi, dan moderasi atas dasar nilai-nilai persaudaraan.

"Melalui kegiatan ini, Indonesia ingin menunjukkan komitmen peran dalam menciptakan harmoni antar peradaban, khususnya bagi masyarakat di Kawasan Asia Tenggara sekaligus sebagai bentuk implementasi ASEAN Declaration on Culture of Prevention for a Peaceful, Inclusive, Resilient, Healthy and Harmonious Society (COP), terutama terkait promosi budaya damai, respek, dan moderasi," ungkap Ni'am, Minggu (7/7/2019).

Indonesia ujar Niam, merupakan negeri yang multikultural, akan tetapi memiliki tradisi kuat untuk hidup rukun dan damai di tengah perbedaan masyarakat.

"Perlu kita syukuri dan kita promosikan budaya penghargaan terhadao perbedaan ini. Indonesia berhasil menjadikan perbedaan sebagai kekuatan. Dan Lombok sebagai salah satu laboratorium toleransi yang akan dijadikan tempat camp ini," jelasnya.

Menurut Ni'am, Indonesia ialah negara dengan ummat Islam terbesar dunia yang moderat, menjadi persemaian budaya, suku dan agama, yang hidup rukun berdampingan dalam nuansa toleransi keberagaman. "Ini perlu diarusutamakan terkhusus di kalangan kaum muda agar muncul kesepahaman," ujar akademisi Pascasarjana UIN Jakarta ini.

Kata Dia, kegiatan ini sebagai momentum interaksi antar Budaya, Agama dan Negara. Untuk itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin bagi pemuda Indonesia yang terdiri dari utusan dari berbagai Provinsi yang didalamnya juga banyak suku dan kebudayaan.

"Ini bisa menjadi kesempatan saling belajar perbedaan, menguatkan kesamaan kemanusiaan, dan mensinergikan berbagai potensi yang beragam antar Pemuda ASEAN," tutur Niam yang juga menjabat sebagai Chair of ASEAN SOMY (Senior Official Meeting of Youth).

Di samping delegasi Pemuda ASEAN, kegiatan ini juga akan diikuti 100 pemuda lintasagama dari berbagai Provinsi di Indonesia. Kepesertaannya direkrut secara terbuka, diambil dengan seleksi dari para pendaftar.

Calon peserta diminta mendaftar dan menuliskan makalah yang bertemakan toleransi dan harmoni dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, dan berbangsa. Menpora Imam Nahrawi diagendakan akan membuka kegiatan ini pada Senin, 8/7/2019 di Jakarta.

Kementerian Koordinator PMK, Kementerian Luar Negeri, dan ASEAN Secretary juga dijadwalkan akan memberi sambutan. Kegiatan AYIC 2019 ini akan dilaksanakan di Jakarta dan Lombok, mulai tanggal 7-11 Juli 2019 dengan berbagai kegiatan di antaranya, seminar, dialog, curah pendapat dan pengalaman, kunjungan tempat ibadah, kunjungan dan interaksi di pusat pengembangan keagamaan dan juga mengunjungi beberapa tempat wisata religi.

Mustadin selaku Kabag Humas, Hukum dan SIstem Informasi Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora menyampaikan, AYIC 2019 diikuti oleh Negara-negara anggota ASEAN antara lain, Brunei Darussalam, Cambodia, Laos, Malaysia, Myanmar, Philiphines, Singapore, Thailand, Vietnam dan Indonesia.

"Tanggal 7 Juli 2019 para peserta dari berbagai Negara dan daerah di Indonesia akan sampai di Jakarta untuk mengikuti beberapa rangkain kegiatan. Tanggal 8 Juli setelah mengikuti penyambutan di Kantor Kemenpora, para Peserta akan berkunjung ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta," ungkapnya.

"Selanjutnya pada tanggal 9-11 Juli 2019, peserta akan berada di Lombok untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang sudah dirancang oleh panitia dari kementerian Pemuda dan Olah Raga yang dibantu Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi NTB," tutup Mustadin.
(maf)
Berita Terkait
Kembangkan Minat dan...
Kembangkan Minat dan Bakat Anak Muda Papua, PYCH Hadirkan Studio Podcast
INAF Gelar Audiensi...
INAF Gelar Audiensi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga
Gerakan Pemuda Ganjar...
Gerakan Pemuda Ganjar Gowa Gelar Pelatihan Membuat Kerupuk Bawang
Menteri PPPA Apresiasi...
Menteri PPPA Apresiasi Pemberdayaan Perempuan di Sulsel
Perbaikan Lingkungan...
Perbaikan Lingkungan Hidup, KLHK Dorong Pemberdayaan Masyarakat
Proper 2020, Adaptasi...
Proper 2020, Adaptasi Tanggap Bencana dan Pemberdayaan Masyarakat
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved