PKB Yakin Jatah Menteri Akan Dibedakan dengan NU

Jum'at, 05 Juli 2019 - 18:21 WIB
PKB Yakin Jatah Menteri...
PKB Yakin Jatah Menteri Akan Dibedakan dengan NU
A A A
JAKARTA - Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding yakin, jatah menteri PKB dan Nahdlatul Ulama (NU) pasti berbeda, karena keduanya bekerja dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Abdul Karding juga meminta, agar pernyataan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) soal 10 menteri tak perlu ditanggapi serius.

"Saya kira beda, kalau ada jatah-jatah pasti beda. Karena NU juga bekerja, PKB sebagai partai juga bekerja," kata Karding di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Namun demikian menurut dia, soal menteri itu merupakan kewenangan penuh presiden. Dan tugas partai pendukung adalah mendukung dan mengawal Joko Widodo (Jokowi).

Karena itu, menurut Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf ini, soal permintaan Cak Imin yang ingin dapat 10 menteri hanya sekadar wacana yang tidak perlu ditanggapi serius.

Kalaupun ada jatah-jatah kepada masing-masing pihak menurutnya, itu pasti proporsional. Tidak mungkin partai politik (parpol) yang perolehan suaranya terbanyak mendapat menteri yang lebih sedikit dari parpol yang perolehan suaranya sedikit.

"Pak Jokowi pasti kalau berdasarkan basis pemilihan menterinya berdasarkan pada misalnya jatah-jatah seperti itu tentu proporsional," ujarnya.

Yang jelas sambung dia, Jokowi sudah menyatakan bahwa dia ingin menteri yang cepat, eksekutor yang mempunyai kepemimpinan kuat dan manajerial yang bagus serta, banyak dari kaum muda. Jokowi juga tidak membedakan latar belakang antara profesional dan parpol.

Kemudian soal ide menteri muda ini harus dihormati karena Jokowi menginginkan adanya kaderisasi kepemimpinan nasional karena dengan anak muda menjadi menteri maka ke depan akan banyak anak muda jadi pemimpin nasional.

"Memang tidak boleh terpaku pada satu anak muda atau satu orang, kita pingin banyak pilihan yang mereka bisa kita pilih untuk membangun bangsa. Artinya, mereka ada anak-anak yang memiliki keterampilan memimpin lembaga negara sekelas kementerian dan memiliki kecakapan, itu bagus bagi bangsa Indonesia," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Tak...
Presiden Jokowi Tak Hadiri Muktamar PKB di Bali, Diwakili Wapres Ma'ruf Amin
Marwan Jafar: Saatnya...
Marwan Jafar: Saatnya Nahdliyin Punya Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama
PKB Gelar Rapat Pleno...
PKB Gelar Rapat Pleno Bareng Ma'ruf Amin Bahas Struktur Kepengurusan Baru
Respons PBNU dan PKB,...
Respons PBNU dan PKB, SAS Institute: Nahdlatul Ulama Rumah Perjuangan Umat
PKB, Koalisi Perubahan...
PKB, Koalisi Perubahan dan Kepentingan NU
Muktamar Tetapkan Wapres...
Muktamar Tetapkan Wapres Ma'ruf Amin Jadi Ketua Dewan Syuro PKB
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
10 Jurusan dengan Pendaftar...
10 Jurusan dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved