BPIP: Semangat Kebangsaan Luntur Jadi Penyebab Sikap Radikal dan Intoleransi

Selasa, 02 Juli 2019 - 22:24 WIB
BPIP: Semangat Kebangsaan...
BPIP: Semangat Kebangsaan Luntur Jadi Penyebab Sikap Radikal dan Intoleransi
A A A
JAKARTA - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menekankan pentingnya pemahaman Pancasila bagi para mahasiswa guna mencegah paham radikalisme, intoleransi dan terorisme.

Hal itu ditegaskan Deputi Pengkajian dan Materi BPIP Adji Samekto, saat memberikan pembekalan tentang Wawasan Kebangsaan dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0. pada Pembukaan Beasiswa Pelatihan dan Sertifikasi Talenta Digital 2019 yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Institut Sepuluh November (ITS) di Gedung Pusat Robotika ITS, Surabaya.

Dalam kuliah umum yang mengambil tema “Mempromosikan Pancasila untuk Tanggulangi Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme” Adji menyatakan, intoleransi adalah sikap yang tidak bersedia menerima kehadiran kelompok lain yang berbeda dari sisi suku, ras, agama dan aliran politik. Sedangkan, radikalisme merupakan suatu gerakan yang bersumber dari pemikiran atau a set of ideas yang memaksakan perubahan dengan cara ekstrem untuk mencapai tujuannya.

Sementara, terorisme merupakan gerakan yang bersumber dari pemikiran atau a set of ideas yang untuk mencapai tujuannya dilakukan dengan cara-cara bertentangan dengan nalar dan menimbulkan ketakutan umum.

“Intoleransi, radikalisme dan teroris memerupakan potensi-potensi yang setiap kali kini bisa muncul dalam masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah lunturnya semangat kebangsaan di kalangan masyarakat bangsa Indonesia. Padahal sesungguhnya, kebangsaanlah yang dapat mempersatukan kita sebagai warga Indonesia. Dalam sejarah lahirnya Pancasila pun, Soekarno pada 1 Juni 1945, menyatakan kebangsaan merupakan prinsip penting yang menjadi dasar Negara Indonesia nantinya”, ujar Adji.

Menurut Adji, saat ini upaya mengarus utamakan kebangsaan dihadang oleh sikap-sikap dan budaya baru imbas dari globalisasi dan pasar bebas seperti fundamentalisme pasar, kosmopolitanisme, individualisme, anti-pluralisme, tumbuhnya ideologi transnasional. "Sebenarnya bangsa Indonesia telah memiliki dasar negara, pandangan hidup dan ideologi yang mampu menjadi pemersatu bangsa dan menjadi sarana bertahannya bangsa Indonesia yaitu Pancasila," katanya.

Adji menilai, Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup dan ideologi sesungguhnya bukan sekedar penuntun tingkah laku semata, tetapi lebih dari itu. Pancasila menurut pendiri bangsa, merupakan cita-cita bangsa yang harus diwujudkan untuk mencapai masyarakat adil dan makmur. "Upaya mewujudkannya melalui tindakan-tindakan konkret yaitu pembangunan bangsa yang dilaksanakan secara menyeluruh, terencana dan dilakukan bertahap," ucapnya.

Dari beberapa tahapan pembangunan bangsa itu, kata dia, yang utama adalah pembangunan sumber daya manusia meliputi pembangunan mental, kompetensi, dan cara berpikir kreatif dalam mengaktualisasikan gotong-royong di era mendatang.

"Sudah saatnya kita tidak boleh lelah untuk mempromosikan Pancasila di semua elemen bangsa. Untuk kepentingan itu maka upaya objektifikasi atas nilai-nilai Pancasila dan aktualisasi nilai-nilainya menjadi penting dan itu menjadi bagian peran dan tugas Badan Pembinaan Ideologi Pancasila," katanya.
(cip)
Berita Terkait
BPIP Rampungkan Kajian,...
BPIP Rampungkan Kajian, Analisis dan Rekomendasi Peraturan Perundang-undangan
Gelar Pembinaan Ideologi...
Gelar Pembinaan Ideologi Pancasila, BPIP Luncurkan Virtual Expo 2025 di UI Depok
Presiden Tegaskan Kedudukan...
Presiden Tegaskan Kedudukan Pancasila sebagai Paradigma IPTEK
Guru Besar ITS: Pengelolaan...
Guru Besar ITS: Pengelolaan Wilayah Pesisir Butuh Regulasi Jangka Panjang
Mahasiswa IUP Teknik...
Mahasiswa IUP Teknik Informatika ITS Ikuti Double Degree di Kampus Bergengsi Rusia
BPIP Bekerjasama dengan...
BPIP Bekerjasama dengan Lintas Kementerian untuk Bumikan Pancasila
Berita Terkini
Menimbang Bioetanol...
Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu
Kemhan Bakal Datangkan...
Kemhan Bakal Datangkan Helikopter AW149 dan 12 Pesawat Tempur dari Italia
Korban Kekerasan Seksual...
Korban Kekerasan Seksual dan TPPO Bakal Dapat Penanganan Lebih Cepat
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved