Gerindra Masuk Pemerintah, Kualitas Demokrasi Menurun

Senin, 01 Juli 2019 - 11:17 WIB
Gerindra Masuk Pemerintah,...
Gerindra Masuk Pemerintah, Kualitas Demokrasi Menurun
A A A
JAKARTA - Partai Gerindra disarankan untuk menolak tawaran masuk Koalisi Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin. Sebab, kualitas demokrasi bisa menurun jika partai besutan Prabowo Subianto itu masuk pemerintah.

"Soal tawaran agar Gerindra masuk ke koalisi Pemerintah Jokowi bagaimana? Menurut pendapat saya, sebaiknya jangan, sebab kenapa? Pertama, tentu saja tidak sehat bagi sistem politik Indonesia ke depannya, kedua bisa menurunkan kualitas demokrasi kita," ujar Analis Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago kepada SINDOnews, Senin (1/7/2019).

Dia mengatakan, salah satu kelemahan sistem presidential setengah hati adalah karena dipadukan dengan multi partai. "Ini yang sering kita sebut cacat bawaan sistem presidential multi partai, tidak berlebihan saya sebut sistem presidential banci," jelasnya.

Pangi menjelaskan sistem presidential murni itu adalah partai pengusung utama calon presiden yang menang langsung menjadi partai berkuasa “the rulling party”, sementara yang kalah langsung otomaticly memposisikan diri menjadi “partai oposisi”.

Dia pun memberikan contoh di Amerika Serikat, partai di sana mempunyai fatsun politik, tidak ada cerita setelah presiden terpilih yang tadinya berseberangan lalu di tengah jalan bergabung ke koalisi presiden terpilih.

"Apakah partai tersebut berkeringat memenangkan presiden terpilih? Apakah berdarah-darah memenangkan calon presidennya?"

"Kita ini ya lucu, karena alasan mengamankan kepentingan di parlemen, supaya tidak diganggu dan mendapat dukungan penuh di DPR, dengan harapan semua program dan kebijakan pemerintah dapat berjalan mulus di parlemen kemudian menjadi alasan merangkul partai oposisi dalam pilpres," sambungnya.
(kri)
Berita Terkait
Jokowi dan Maruf Amin...
Jokowi dan Ma'ruf Amin Hadiri Apel Kader Partai Gerindra
Gerindra Tak Ambil Pusing...
Gerindra Tak Ambil Pusing PAN Masuk Kabinet Indonesia Maju
PAN Gabung Koalisi Jokowi,...
PAN Gabung Koalisi Jokowi, Pengamat: Tidak Selalu Harus Masuk Kabinet
Ditanya Reshuffle, Gerindra...
Ditanya Reshuffle, Gerindra Klaim Menterinya Kerja Maksimal
Gerindra Klaim Jadi...
Gerindra Klaim Jadi Faktor Sukses Pemerintahan Jokowi: Modal Menangkan Pemilu 2024
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Siapkan Langkah Pemulihan Ekonomi
Berita Terkini
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved