Konsep Indo-Pasifik ASEAN dan Kepemimpinan Indonesia

Sabtu, 29 Juni 2019 - 07:44 WIB
Konsep Indo-Pasifik...
Konsep Indo-Pasifik ASEAN dan Kepemimpinan Indonesia
A A A
Khasan Ashari Pemerhati Masalah Internasional

BEBERAPA waktu lalu kepala negara dan pe­merintahan se­pu­luh negara ASEAN menyepakati dokumen bertajuk ASEAN Outlook on Indo-Pacific. Dokumen ini me­muat garis kebijakan ASEAN mengenai ruang lingkup, tu­juan, prinsip, area kerja sama, dan mekanisme kerja sama In­do-Pasifik.
Melalui dokumen ini ASEAN melihat Indo-Pasifik sebagai se­buah kawasan yang terintegrasi dan terkoneksi, megedepankan dialog dan kerja sama, me­ni­tik­beratkan pembangunan untuk kesejahteraan, serta men­ja­di­kan aspek maritim sebagai ele­men tata kawasan. ASEAN juga menegaskan arti penting ASEAN centrality dan penghormatan terhadap prinsip-prinsip yang selama ini menjadi landasan ker­ja sama organisasi regional ter­sebut.

Dokumen ini memuat ruang lingkup kerja sama Indo-Pasifik yang mencakup kerja sama maritim, konektivitas, upaya mewujudkan Tujuan Pem­ba­ngunan Berkelanjutan 2030, serta kerja sama di bidang eko­nomi. ASEAN juga siap bekerja sama dengan mekanisme re­gional lain di kawasan Asia-Pa­sifik dan Samudera Hindia da­lam kerangka kerja sama Indo-Pasifik.

Arti Penting

ASEAN Outlook on Indo-Pa­sific memiliki arti strategis. Per­tama, ASEAN untuk pertama ka­linya menyepakati garis ke­bijakan tentang Indo-Pasifik. Do­kumen ini disepakati setelah melewati proses negosiasi yang cukup panjang. Lamanya pro­ses negosiasi mengindikasikan adanya perbedaan kebijakan dan kepentingan di antara ne­gara-negara ASEAN.

Selain itu, sebagai sebuah kon­sep geostrategis baru defi­ni­si Indo-Pasifik juga terus ber­kem­bang, khususnya terkait de­ngan pemaknaan oleh ne­ga­ra-ne­gara besar di luar ASEAN. Per­kem­bangan ini pada gili­ra­n­nya juga berpengaruh terhadap pan­da­ngan negara-negara di ka­was­an terhadap konsep Indo-Pasifik.

Kedua, dokumen ini menjadi panduan yang komprehensif bagi negara-negara ASEAN–baik secara kolektif maupun in­di­vidual–dalam menjalankan ke­bi­jakan yang berkaitan de­ngan Indo-Pasifik. Melalui do­kumen ini negara-negara ASEAN juga menguatkan komitmen ter­ha­dap ASEAN centrality dalam kon­teks geostrategis Indo-Pasifik.

Sentralitas ASEAN tidak semata-mata didasarkan pada posisi geografis kawasan Asia Tenggara yang berada tepat di tengah Indo-Pasifik. Lebih dari itu, ASEAN harus diakui me­ru­pakan organisasi regional pa­ling solid di kawasan. Me­ka­nis­me kerja sama dalam organisasi sudah terbentuk dan berjalan dengan baik, beberapa di an­ta­ranya melibatkan negara-neg­­a­ra di luar kawasan. Artinya, ASEAN memiliki dasar yang kuat untuk menjadikan me­ka­nis­me yang sudah ada sebagai platform kerja sama Indo-Pasifik.

Kepemimpinan Indonesia

Arti penting ketiga ber­kait­an dengan keberhasilan di­plo­masi Indonesia. Konsep Indo-Pasifik muncul untuk me­nye­but negara dan wilayah di se­kitar Samudera Hindia dan Sa­mudera Pasifik sebagai sebuah kesatuan. Konsep ini mulai digunakan sejak 2010 sebagai perluasan dari konsep Asia-Pasifik yang secara tradisional hanya memasukkan negara dan kawasan di seputar Samudera Pasifik. Dengan demikianIndo-Pasifik dapat disebut sebagai konsep geopolitik yang meng­ga­bungkan kawasan Asia-Pa­si­fik dengan kawasan di seputar Sa­mudera Hindia sebagai se­buah kesatuan.

Sebagai konsep yang relatif baru dan memiliki cakupan geo­grafis yang luas dan isu yang be­ra­gam, terdapat perbedaan pan­dangan tentang bentuk dan karakteristik interaksi an­tar­ne­gara dalam konteks Indo-Pa­si­fik. AS dan sejumlah ne­gara lain mengedepankan Indo-Pasifik sebagai kawasan yang bebas dan terbuka (free and open).

Sementara Indonesia ber­pan­dangan bahwa Indo-Pasifik tidak boleh dimaknai hanya da­lam konteks bebas dan terbuka. Indonesia sejak awal ber­pan­da­ngan bahwa Indo-Pasifik juga harus memiliki karakteristik lain yaitu inklusif, transparan, dan komprehensif; menda­tang­kan manfaat bagi kepentingan jangka panjang seluruh negara di kawasan; dan didasarkan pada komitmen bersama untuk me­wujudkan perdamaian, sta­bi­litas, dan kemakmuran ber­sa­ma. Selain itu, Indonesia juga mengusung gagasan mengenai kesatuan pandangan di antara ne­gara-negara ASEAN menge­na­i kerja sama Indo-Pasifik ser­ta memperjuangkan peran sen­tral ASEAN dalam kerja sama tersebut.

Disepakatinya ASEAN Out­look on Indo-Pasific menjadi bukti keberhasilan diplomasi Indonesia di ASEAN sekaligus arti penting kepemimpinan In­do­nesia di organisasi regional ini. Indonesia berhasil meya­kin­kan negara-negara tetang­ga­nya di kawasan bahwa ASEAN yang harus menjalankan leading role dalam menentukan arah dan masa depan kerja sama Indo-Pasifik. Jika tidak, keuntungan terbesar justru akan dinikmati oleh segelintir negara di luar ASEAN. Selain itu tanpa sen­tra­li­tas ASEAN kerja sama Indo-Pasifik bisa saja menegasikan tatanan dan mekanisme re­gional yang sudah dibangun oleh ASEAN.

Tantangan ke depan

Menanggapi pandangan skep­tis beberapa pihak ter­ha­dap ASEAN Outlook on Indo-Pasific, kita harus mencatat bah­wa dokumen ini adalah do­ku­men politik yang merupakan ha­sil negosiasi. Dokumen poli­tik tentu saja lebih menekankan as­pek kebijakan sebagai pan­duan dan tidak banyak memuat hal-hal yang sifatnya teknis.

Sebagai hasil negosiasi, do­ku­men ini juga telah melewati pro­ses tawar-menawar pan­jang de­ngan memerhatikan ke­pen­ti­ngan seluruh negara ASEAN. Pihak-pihak yang ber­ne­gosiasi juga saling memberi konsesi un­tuk mencapai titik temu.

Oleh karenanya tidak tepat jika kita mengharapkan sebuah dokumen yang komprehensif layaknya panduan kebijakan nasional sebuah negara. Pada tingkatan nasional, pe­me­rin­tah suatu negara dapat me­nge­luar­kan kebijakan yang sifatnya independen dan terfokus pada kepentingan nasionalnya. Se­ba­liknya kebijakan pada ting­kat­an regional disusun sebagai hasil kompromi banyak pihak dengan mempertimbangkan kepentingan bersama secara kolektif.

Bagi ASEAN, disepakatinya dokumen ini bukanlah tujuan akhir. Tantangan ke depan ada­lah bagaimana meng­im­ple­men­tasikan dokumen tersebut ke level teknis, termasuk me­ya­kinkan negara-negara besar di luar ASEAN bahwa sentralitas ASEAN merupakan pilihan ter­baik yang menguntungkan se­mua pihak.

Tantangan yang tidak kalah besar juga dihadapi Indonesia. Setelah berhasil mewujudkan posisi bersama ASEAN, In­do­nesia harus melanjutkan kerja keras dalam tahapan im­ple­men­tasi. Untuk mencapai hasil op­timal, sinergi dengan negara-negara ASEAN lain mutlak diperlukan. Di level domestik, sinergi antara Kementerian Luar Negeri dan pemangku ke­pentingan lain juga memegang peran penting.

Perubahan tatanan global membuat dua kekuatan ter­be­sar dunia berada di kawasan In­do-Pasifik. Jika di masa lalu Indo­nesia “mendayung di an­ta­ra dua karang” sendirian, se­ka­rang saat­nya Indonesia men­g­ajak negara-negara ASEAN berlabuh di bahtera yang sama. Dengan demikian manfaat kerja sama Indo-Pasifik dapat dinikmati bersama dan dampak negatif yang mungkin timbul juga dapat diantisipasi bersama.
(mhd)
Berita Terkait
Bakal Dilaporkan ke...
Bakal Dilaporkan ke Polisi, Saiful Mujani: Yang Ideal, Opini Dibalas Opini
Pancasila Sakti
Pancasila Sakti
Opini Guru Besar Anti-TWK
Opini Guru Besar Anti-TWK
Menghapus Asimetris...
Menghapus Asimetris Relasi di Hari Buruh
Pertempuran Sungai Nil,...
Pertempuran Sungai Nil, Perebutan Energi Sumber Daya Alam
Akhir Ramadan, Sportifitas...
Akhir Ramadan, Sportifitas dan Optimisme
Berita Terkini
KPK Tangkap 17 Orang...
KPK Tangkap 17 Orang dalam OTT Jakbar Termasuk Mantan Plt Dirjen Imigrasi Saffar Godam
Kongres Luar Biasa KOWANI...
Kongres Luar Biasa KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru
KPK Kantongi Informasi...
KPK Kantongi Informasi Wamen Imipas Silmy Karim Berada di Jakarta
Prabowo Ingatkan Integritas...
Prabowo Ingatkan Integritas dan Akuntabilitas Jalankan MBG
Kejagung Usut Korupsi...
Kejagung Usut Korupsi Tata Kelola MBG, Pengamat: Bukti Nyata Nyali Pemberantasan Korupsi Tanpa Pandang Bulu
Kejagung Bakal Koordinasi...
Kejagung Bakal Koordinasi BGN soal Nasib SPPG Terafiliasi Dadan Hindayana Cs
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved