PBB Ungkap Motif Saksi 02 Hairul Anas Serang Kubu Jokowi-Ma'ruf

Jum'at, 21 Juni 2019 - 14:57 WIB
PBB Ungkap Motif Saksi...
PBB Ungkap Motif Saksi 02 Hairul Anas Serang Kubu Jokowi-Ma'ruf
A A A
JAKARTA - Ketua bidang Pemenangan Presiden DPP Partai Bulan Bintang (PBB), Sukmo Harsono angkat bicara terkait tudingan yang disampaikan Saksi Fakta 02 Prabowo-Sandi, Hairul Anas Suaidi dalam sidang MK yang menyebut pada saat pelatihan saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) 01 diberikan materi 'kecurangan bagian dari demokrasi'.

Sukmo menduga motif yang bersangkutan mengungkap hal tersebut dilatarbelakangi kekecewaan saksi karena progam sistem pengawalan suara dalam sistim IT yang dibuat tidak bisa digunakan oleh TKN.

"Yang bersangkutan pernah meminta saya untuk menawarkan sistim tersebut ke TKN saat ada pelatihan saksi, tetapi kerena saat itu situasinya tidak memungkinkan maka tidak bisa disampaikan pada TKN," ujar Sukmo kepada SINDOnews, Jumat (21/6/2019).

Sukmo menganggap apa yang disampaikan saksi Anas yang juga Caleg PBB dalam persidangan bentuk tindakan tidak beretika dan menunjukkan yang bersangkutan tak memiliki integritas.

Menurutnya, jika saksi hanya bicara soal mekanisme kecurangan Situng versi robot yang saksi klaim itu masih bisa dimengerti, meski robot yang Anas maksud selama ini tidak membuktikan apa-apa.

"Saya menyesalkan mental pecundang, saya menduga ini tidak lebih dari menjual progam robot ke BPN dengan embel-embel moralitas ingin pemilu yang jurdil, sehingga kesaksiannya seharusnya gugur karena tidak netral," ungkapnya.

Selain itu, kata Sukmo, saksi Anas diragukan kejujurannya karena tidak taat asas menyimpan amanah sebagai saksi. Sehingga apa yang disampaikannya disinyalir telah melalui proses breafing dan pengkondisian untuk memberi keterangan yang tidak sesuai prinsip seorang saksi.

"Mengingat dia lakukan setelah pencoblosan. Padahal sebelumnya saksi termasuk orang yang setuju putusan DPP (PBB) mendungkung 01," tukasnya.
(kri)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Gelar Konser Rakyat,...
Gelar Konser Rakyat, Warga Pacitan Deklarasi Dukung Cak Imin Presiden 2024
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
Berita Terkini
Polisi Dalami Temuan...
Polisi Dalami Temuan Emas Batangan hingga Uang saat Geledah Rumah di Sentul
Kardinal Orlando Quevedo...
Kardinal Orlando Quevedo Dianugerahi Harmony in Diversity Award Perdana
Terungkap, Polisi Amankan...
Terungkap, Polisi Amankan 15 Saksi saat Geledah 12 Lokasi
Beberkan Bukti Penggeledahan...
Beberkan Bukti Penggeledahan tapi Belum Tetapkan Tersangka, Polda Metro Jaya: Masih Pendalaman
Polri Belum Tetapkan...
Polri Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
PTUN Tolak Gugatan PLK,...
PTUN Tolak Gugatan PLK, Pemprov Jabar Selangkah Lagi Amankan Aset SMAN 1 Bandung
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved