Saksi Jokowi Klarifikasi Materi Soal 'Kecurangan Bagian Demokrasi'
Jum'at, 21 Juni 2019 - 13:59 WIB
Saksi Jokowi Klarifikasi Materi Soal 'Kecurangan Bagian Demokrasi'
A
A
A
JAKARTA - Salah satu saksi dari tim hukum Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Anas Nashikin menjelaskan tentang adanya materi pelatihan berjudul "Kecurangan Bagian dari Demokrasi" yang diungkap saksi Prabowo-Sandi dalam sidang lanjutan di Mahkamah Konstitusi, Rabu 19 Juni 2019 lalu.
Anas menyebut materi itu sengaja ditulis hanya untuk sekadar mengejutkan peserta Training of Trainers (TOT) di salah satu hotel di Jakarta, 20-21 Februari 2019.
Anas adalah Koordinator Bidang Pelatihan Direktorat Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf. Materi berjudul Kecurangan Bagian dari Demokrasi."Jadi begini Yang Mulia, materi ini mesti dipahami secara utuh. Kalau Yang Mulia lihat di dalam slide itu dan lihat di slide-slide berikutnya, maka memang itu sengaja ditulis begitu untuk mengagetkan biar ada perhatian," tutur Anas dalam saat memberikan kesaksian di dalam sidang lanjutan perkara sengketa Pilpres 2019 di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (21/6/2019).
Hakim MK Manahan Sitompul lalu bertanya substansi materi "Kecurangan Bagian dari Demokrasi".
"Itu mengajak motivasi atau sekadar penjelasan mengenai keadaan yang ada?" tanya hakim.
"Mengenai keadaan yang perlu diantisipasi tepatnya," jawab Anas.
Materi yang berjudul Kecurangan Bagian dari Demokrasi itu diungkap saksi tim hukum Prabowo-Sandi, Hairul Anas Suaidi.
Kesaksian Hairul Anas menghebohkan publik karena bersaksi untuk tim hukum Prabowo-Sandi. Sebab dirinya merupakan salah satu caleg Partai Bulan Bintang (PBB).
Anas mengakui, dirinya diangkat menjadi relawan tim Teknologi Informasi (IT) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto pascapemilu berlangsung.
Saat pemaparan, dia menjelaskan pengalamannya ketika mengikuti pelatihan saksi sebagai tim koalisi pasangan Jokowi-Ma'ruf.
"Saya caleg Partai Bulan Bintang yang merupakan pendukung pasangan calon 01, kemudian saya ditugaskan hadir training saksi pada 20 dan 21 Januari di Kelapa Gading, di salah satu hotel, dan saya hadir diutus sebagai wakil PBB," kata Anas dalam persidangan.
Anas menyebut materi itu sengaja ditulis hanya untuk sekadar mengejutkan peserta Training of Trainers (TOT) di salah satu hotel di Jakarta, 20-21 Februari 2019.
Anas adalah Koordinator Bidang Pelatihan Direktorat Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf. Materi berjudul Kecurangan Bagian dari Demokrasi."Jadi begini Yang Mulia, materi ini mesti dipahami secara utuh. Kalau Yang Mulia lihat di dalam slide itu dan lihat di slide-slide berikutnya, maka memang itu sengaja ditulis begitu untuk mengagetkan biar ada perhatian," tutur Anas dalam saat memberikan kesaksian di dalam sidang lanjutan perkara sengketa Pilpres 2019 di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (21/6/2019).
Hakim MK Manahan Sitompul lalu bertanya substansi materi "Kecurangan Bagian dari Demokrasi".
"Itu mengajak motivasi atau sekadar penjelasan mengenai keadaan yang ada?" tanya hakim.
"Mengenai keadaan yang perlu diantisipasi tepatnya," jawab Anas.
Materi yang berjudul Kecurangan Bagian dari Demokrasi itu diungkap saksi tim hukum Prabowo-Sandi, Hairul Anas Suaidi.
Kesaksian Hairul Anas menghebohkan publik karena bersaksi untuk tim hukum Prabowo-Sandi. Sebab dirinya merupakan salah satu caleg Partai Bulan Bintang (PBB).
Anas mengakui, dirinya diangkat menjadi relawan tim Teknologi Informasi (IT) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto pascapemilu berlangsung.
Saat pemaparan, dia menjelaskan pengalamannya ketika mengikuti pelatihan saksi sebagai tim koalisi pasangan Jokowi-Ma'ruf.
"Saya caleg Partai Bulan Bintang yang merupakan pendukung pasangan calon 01, kemudian saya ditugaskan hadir training saksi pada 20 dan 21 Januari di Kelapa Gading, di salah satu hotel, dan saya hadir diutus sebagai wakil PBB," kata Anas dalam persidangan.
(dam)