Lima Alasan Megawati Perlu Dipertahankan Jadi Ketum PDIP

Kamis, 20 Juni 2019 - 17:19 WIB
Lima Alasan Megawati...
Lima Alasan Megawati Perlu Dipertahankan Jadi Ketum PDIP
A A A
JAKARTA - Kongres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang akan digelar pada 8-10 Agustus 2019 di Bali mendatang kemungkinan besar masih kembali menetapkan Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum (ketum). Ada sejumlah alasan mengapa PDIP masih membutuhkan sosok putri Bung Karno tersebut.

Politikus PDIP yang juga anggota Fraksi PDIP Maruarar Sirait mengatakan, dalam penilaiannya setidaknya ada lima alasan Megawati masih harus memimpin partai banteng moncong putih, setidaknya hingga lima tahun ke depan. Pertama, alasan ideologi.

”Bagi saya ideologi adalah alasan kami di PDIP masuk partai, bukan karena agama kita sama, bukan karena suku kita sama, bukan karena etnis kita sama, bukan karena kita ada dalam satu hal yang sama. Justru kita menunjukkan kita berbeda-beda banget. Berbeda beda banget secara agama, suku, etnis, tapi kita bisa ke dalam situ,” tutur Maruarar saat menjadi pembicara dalam Diskusi Dialektika Demokrasi bertema ”Regenerasi Parpol, Hanya Basa-basi atau Harga Mati” di Media Center DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Politikus yang akrab disapa Ara ini mengatakan, PDIP adalah partai nasionalis sejati dan partai Pancasilais sejati. Dalam dalam hal menjaga ideologi, menurutnya, Megawati memiliki track record dan keberanian yang teruji. ”Ini bukan waktunya spekulatif dalam suatu ideologi karena ideologi juga butuh figur yang mengedepankan bagaimana ideologi ini,” tuturnya. Menurutnya, memperjuangkan ideologi, termasuk ideologi negara dibutuhkan figur yang sangat kuat.

Alasan kedua, Megawati dinilai sebagai sosok solidarity maker. Menurut Ara, Megawati adalah sosok yang mampu menyolidkan partai dari dalam dan dihormati dari luar. ”Mencari titik temu, hari ini figur yang bisa diterima semua itu juga tidak mudah. Ibu Mega dihormati karena perjuangannya di masa lalu, dan sekarang, dan juga mempersiapkan pemimpin-pemimpin dari PDI Perjuangan dan bangsa ke depan. Dan solidarity maker adalah orang yang bisa mepersatukan,” paparnya.

Ketiga, meski saat ini usia Megawati sudah 72 tahun, namun kesehatan Megawati dinilai masih cukup prima. ”Orang ada yang umur 40-50 sudah sakit-sakitan, cukup banyak sekarang orang yang tidak bisa menjaga kesehatan 40, 50, 60 (tahun) udah sakit-sakitan. Ibu Mega betul sudah berumur, cukup senior, tetapi masalahnya sehat. Artinya dia bisa menjaga kesehatan dirinya sendiri. Artinya dia bisa teratur, bisa menjaga kesehatan dirinya sendiri, dan kita doakan beliau tetap sehat ke depan,” urainya.

Alasan keempat, kata Ara, yaitu soal prestasi. Menurutnya, memenangkan dua kali pileg dan pilpres secara beruntun bukan hal mudah. Dan PDIP di bawah Megawati terbukti mampu mewujudkan hal itu. Tidak ada partai Indonesia pascareformasi yang mampu melakukan itu. ”Partai Demokrat hampir melakukan itu, tetapi tidak lengkap karena 2004 hanya menang pilpres dan tidak menang pileg, 2009 bisa menang dua-duanya. Jadi pasca Reformasi, hanya satu partai yang mampu melakukan itu dan membuat sejarah yang lengkap. Menang legislatif dan pilpres. Itu nggak mudah sama sekali. Dari situ kita tahu bahwa memelihara kepercayaan dan merebut kepercayaan lebih sulit memelihara kepercayaan,” katanya.

Alasan kelima yaitu aspirasi. Sebagai politisi, dirinya harus mendengar aspirasi baik dari akar rumput. ”Akar rumput itu kekuatan PDI Perjuangan sesudah ideologi, dan tokoh ideologinya jelas Pancasila. Tokohnya ada Mega dan Jokowi. Kenapa Mega? Karena Mega mempersatukan dari dalam, dan Mas Jokowi menurut saya adalah magnet elektoral yang bisa menambah suara,” katanya.

Kelima alasan itulah yang menurutnya membuat Megawati masih harus dipertahankan untuk menjadi pucuk pimpinan Banteng Moncong Putih. ”Melihat regenerasi itu dimaknai juga Megawati berhasil melahirkan kader di eksekutif seperti Jokowi, Ganjar, Risma, Koster, dulu Teras Narang. Nggak banyak juga yang bisa melahirkan seperti itu. Kemudian di legislatif ada Eva dan Budiman, ada Ganjar, ada Rieke, ada Arif Wibowo, orang-orang yang sangat berkualitas dan berideologis. Jadi record-nya menurut saya sangat jelas,” paparnya.
(pur)
Berita Terkait
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Romo Benny Sebut PDIP...
Romo Benny Sebut PDIP Partai Modern yang Kekuatannya pada Struktur Organisasi
PDIP Gelar Banteng Ride...
PDIP Gelar Banteng Ride and Night Run, 500 Orang Daftar
PDIP Akan Serap Aspirasi...
PDIP Akan Serap Aspirasi Rakyat Sebelum Bertemu Parpol Lain
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Megawati Hangestri Gabung...
Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved