Peran Prananda Prabowo dan Medsos di Balik Kemenangan PDIP

Rabu, 29 Mei 2019 - 22:46 WIB
Peran Prananda Prabowo...
Peran Prananda Prabowo dan Medsos di Balik Kemenangan PDIP
A A A
JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berhasil memuncaki daftar hasil rekapitulasi final Pemilu Legislatif 2019 dengan perolehan suara mencapai 27.053.961 atau 19,33 persen. Disusul Partai Gerindra 12,57 persen, Golkar 12,31 persen, PKB 9,69 persen, dan NasDem 9,05 persen.

Keberhasilan partai berlambang banteng hitam bermoncong putih ini tak lepas dari tangan dingin Prananda Prabowo atau akrab disapa Nanan dalam memanfaatkan platform media sosial (medsos) untuk membangun branding partainya.

Ditunjuk sebagai Ketua Bidang Ekonomi Kreatif PDIP untuk periode 2015-2020, putra Megawati Soekarno Putri ini memprioritaskan media sosial sebagai alat kampanye utama partainya. Hal ini mengingat besarnya peran media sosial dan juga masifnya pengguna internet di Indonesia.

Di antara sekian banyak parpol di Indonesia, akun Facebook PDIP menjadi akun Facebook terlama, tepatnya sejak 2008, diikuti oleh Partai Amanat Nasional (PAN) delapan tahun, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tujuh tahun.

Kesuksesan PDIP dalam memenangkan Pemilu Legislatif dan Pilpres hanyalah puncak gunung es dari kerja keras dan dedikasi Nanan dalam membangun kehadiran, popularitas, dan citra PDIP melalui platform virtual.

Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing mengatakan, pemanfaatan media sosial sebagai alat kampanye merupakan suatu bentuk revolusi komunikasi di ranah politik Indonesia.

"Kita tidak lagi melihat kampanye terbuka yang mengerahkan massa besar-besaran, justru di ranah media sosial lah kita melihat hiruk-pikuknya kampanye untuk merebut hati netizen sehingga memilih partai tertentu," ujarnya, Rabu (29/5/2019).

Di era disrupsi seperti saat ini, kampanye terbuka dinilai sudah tidak efektif lagi. Pasalnya, selain menyedot anggaran yang luar biasa besarnya, kehadiran massa yang begitu besar dalam sebuah kampanye terbuka bukanlah indikator kemenangan. Sebab di balik keramaian massa yang disesaki beragam atribut, belum tentu terselip makna yang berarti.

Meskipun demikian, lanjut Emrus, segencar atau seproduktif apapun sebuah parpol berkampanye di media sosial, jika parpol tersebut gagal menyampaikan ideologi atau pesan ke audiens, maka kampanye tersebut tetap akan sia-sia.

"Jadi konten sangat penting. Jangan sampai membuat konten yang cenderung negatif atau menjatuhkan parpol lain. Lewat medsos, parpol dapat menyuarakan gagasan dan visi-misi mereka secara lebih komprehensif dan bahkan berpotensi viral," tandasnya.
(thm)
Berita Terkait
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Romo Benny Sebut PDIP...
Romo Benny Sebut PDIP Partai Modern yang Kekuatannya pada Struktur Organisasi
PDIP Gelar Banteng Ride...
PDIP Gelar Banteng Ride and Night Run, 500 Orang Daftar
PDIP Akan Serap Aspirasi...
PDIP Akan Serap Aspirasi Rakyat Sebelum Bertemu Parpol Lain
Berita Terkini
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Kasus Dadan Cs, Saut...
Kasus Dadan Cs, Saut Situmorang: Semua hingga Eselon Terkecil Harus Bertanggung Jawab
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Sahroni: Urusin HAM Saja
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved