Bakti Sosial di Sumba Timur, Mensos Risma Dorong Masyarakat Tingkatkan Kepedulian
Selasa, 21 Mei 2024 - 02:57 WIB
loading...
Menteri Sosial Tri Rismaharini menyerahkan bantuan Gelang Rungu Wicara (GRUWI) bagi penyandang disabilitas rungu wicara di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Minggu (19/5/2024). Foto/Istimewa
A
A
A
SUMBA TIMUR - Kementerian Sosial ( Kemensos ) mengadakan bakti sosial (baksos) di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mendorong masyarakat meningkatkan kepedulian.
Bekerja sama dengan Yayasan Bakti Luhur, Yayasan Cendana, RSUD Umbu Rara Mehang, dan Puskesmas Lewa, baksos yang digelar Sabtu (18/5/2024) hingga Senin (20/5/2024) tersebut melibatkan 47 tenaga medis dan tenaga kesehatan yang terdiri dari enam psikiater, tiga dokter umum, satu dokter gigi serta 20 perawat dan 17 fisioterapis.
Mensos memberikan perhatian khusus pada penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) karena jumlahnya cukup banyak di kabupaten tersebut, yakni 305 orang. Para ODGJ ditangani dalam baksos ini.Kemensos didukung oleh enam psikiater dari Jakarta berikut peralatan dan obat-obatan yang dibutuhkan ODGJ.
Mensos Risma menyarankan pola pengobatan yang paling efektif dan sesuai kondisi masyarakat adalah melalui suntikan tiap bulan (long acting) kepada penyandang ODGJ.Kemensos didukung oleh enam psikiater dari Jakarta berikut peralatan dan obat-obatan yang dibutuhkan ODGJ.
"Tolong hitung ulang ODGJ-nya dan cek ketersediaan obatnya. Kemudian coba hitung, jumlahnya cukup atau tidak serta cek lagi cara penyimpanannya, jangan sampai rusak obatnya,” kata Mensos Risma di Sumba Timur, Minggu (19/5/2024).
Baca Juga: iNews Media Group Temui Mensos Risma Perkuat Silaturahmi dan Kerja Sama Pemberitaan
Bekerja sama dengan Yayasan Bakti Luhur, Yayasan Cendana, RSUD Umbu Rara Mehang, dan Puskesmas Lewa, baksos yang digelar Sabtu (18/5/2024) hingga Senin (20/5/2024) tersebut melibatkan 47 tenaga medis dan tenaga kesehatan yang terdiri dari enam psikiater, tiga dokter umum, satu dokter gigi serta 20 perawat dan 17 fisioterapis.
Mensos memberikan perhatian khusus pada penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) karena jumlahnya cukup banyak di kabupaten tersebut, yakni 305 orang. Para ODGJ ditangani dalam baksos ini.Kemensos didukung oleh enam psikiater dari Jakarta berikut peralatan dan obat-obatan yang dibutuhkan ODGJ.
Mensos Risma menyarankan pola pengobatan yang paling efektif dan sesuai kondisi masyarakat adalah melalui suntikan tiap bulan (long acting) kepada penyandang ODGJ.Kemensos didukung oleh enam psikiater dari Jakarta berikut peralatan dan obat-obatan yang dibutuhkan ODGJ.
"Tolong hitung ulang ODGJ-nya dan cek ketersediaan obatnya. Kemudian coba hitung, jumlahnya cukup atau tidak serta cek lagi cara penyimpanannya, jangan sampai rusak obatnya,” kata Mensos Risma di Sumba Timur, Minggu (19/5/2024).
Baca Juga: iNews Media Group Temui Mensos Risma Perkuat Silaturahmi dan Kerja Sama Pemberitaan
Lihat Juga :