Halaqah Kebangsaan, Kiai dan Ulama Imbau Masyarakat Kembali Bersatu

Jum'at, 26 April 2019 - 11:55 WIB
Halaqah Kebangsaan,...
Halaqah Kebangsaan, Kiai dan Ulama Imbau Masyarakat Kembali Bersatu
A A A
JAKARTA - Forum Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia (FP2I) menggelar Halaqah Kebangsaan menyikapi situasi politik pasca Pemilu 2019.

Halaqah tersebut digelar bersamaan dengan perayaan Hari Lahir Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta yang ke-34 di Kedoya, Kebon Jeruk, Kamis 25 April 2019 malam.

Melalui acara tersebut, para ulama dan kiai berpendapat kondisi saat ini memerlukan upaya serius untuk dapat kembali memantapkan persatuan bangsa.

Menurut mereka, berbagai kejadian sebelum, pada saat, dan terutama setelah pemungutan suara sedikit banyak telah menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat.

Untuk itu mereka menyampaikan beberapa seruan penting antara lain, pertama, meminta seluruh masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan hasutan apa pun untuk memecah belah umat.

“Meminta seluruh masyarakat agar mengakhiri perbedaan pandangan politik dan kembali bersatu untuk keutuhan bangsa,” tutur Saiful Islam al-Payage, ulama dari Papua saat membacakan poin kedua diikuti seluruh peserta.

Ketiga, sambung dia, meminta seluruh pengasuh pondok pesantren se-Indonesia proaktif memersatukan umat dan tokohnya yang terpecah belah pasca Pemilu.

“Mengimbau aparat keamanan untuk jangan ragu menindak tegas siapa pun yang coba mengganggu ketertiban keamanan,” tandasnya.

Sementara itu, ulama karismatik asal Pekalongan Habib Muhammad Luthfi bin Yahya yang hadir mengisi ceramah di tempat itu memaparkan arti penting persatuan.

Dalam ceramahnya, dia berpesan agar umat tidak mudah dipecah belah. “Jangan mudah dipengaruhi informasi yang tidak benar, jangan mau dipecah belah,” ungkapnya.

Dia meminta umat Islam belajar kepada ulama dan tokoh terdahulu. Menurut dia, mereka berjuang dengan gigih mengorbankan jiwa dan raga demi keutuhan bangsa dan negara.

Ulama terdahulu juga paham batasan sehingga tidak merasa paling benar dan menganggap orang lain salah. Terhadap yang berbeda keyakinan sekalipun.

“Tugas kita sekarang, mari kita sama-sama jaga dan rawat NKRI ini dengan meneladani ulama terdahulu kita," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Berita Terkini
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved