Faktor Kemenangan Jokowi Dinilai Tak Terlepas dari Kontribusi Santri
Selasa, 23 April 2019 - 08:01 WIB
Faktor Kemenangan Jokowi Dinilai Tak Terlepas dari Kontribusi Santri
A
A
A
TASIKMALAYA - Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Rizhanul Ulum menilai faktor kemenangan Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tak terlepas dari kontribusi para santri. Menurutnya, gerakan santri sangat terasa dalam menggalang suara dukungan yang membuat Jokowi unggul 55% versi quick count.
Menurut dia, kehadiran para santri kali ini berbeda dengan event politik sebelumnya. Hal itu dikarenakan santri memiliki tujuan yang jelas untuk memilih calon pemimpinnya yang berasal dari kalangan santri pula, yakni Kiai Ma'ruf Amin.
"Karena dalam salah satu calon pasangan ini ada gurunya, ada panutannya, yaitu KH Ma'ruf Amin, maka santri yang biasanya tidak ikut, mereka ikut dengan hati nuraninya," ujar Uu yang mendapat julukan Panglima Santri Jabar di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Senin (22/4/2019).
Selain itu, Uu menambahkan, Jokowi sebagai calon presiden (Capres) juga juga merupakan sosok yang selama ini berpihak pada komunitas santri. Ia mencontohkan baru pada pemerintahan Jokowi, Indonesia mendeklarasikan Hari Santri.
Selain itu, pemerintahan Jokowi juga merancang program rekognisi atau pengakuan kesederajatan lulusan pendidikan pesantren salafiyah dengan pendidikan formal. Berkat itu, alumni pondok pesantren salafiyah yang memiliki pendidikan tingkat tinggi diberikan ijazah sama setara dengan strata 1 atau S1.
"Jadi saat ini santri diakui. Itu adalah loncatan yang sangat berani dari Presiden," kata dia.
Uu menambahkan ia mendapat informasi jika Jokowi-Ma'ruf resmi terpilih akan mendirikan satu kementerian baru yang mengurusi pondok pesantren. Artinya, anggaran dengan sendirinya akan bertambah atau lebih terfokus.
Menurut dia, kehadiran para santri kali ini berbeda dengan event politik sebelumnya. Hal itu dikarenakan santri memiliki tujuan yang jelas untuk memilih calon pemimpinnya yang berasal dari kalangan santri pula, yakni Kiai Ma'ruf Amin.
"Karena dalam salah satu calon pasangan ini ada gurunya, ada panutannya, yaitu KH Ma'ruf Amin, maka santri yang biasanya tidak ikut, mereka ikut dengan hati nuraninya," ujar Uu yang mendapat julukan Panglima Santri Jabar di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Senin (22/4/2019).
Selain itu, Uu menambahkan, Jokowi sebagai calon presiden (Capres) juga juga merupakan sosok yang selama ini berpihak pada komunitas santri. Ia mencontohkan baru pada pemerintahan Jokowi, Indonesia mendeklarasikan Hari Santri.
Selain itu, pemerintahan Jokowi juga merancang program rekognisi atau pengakuan kesederajatan lulusan pendidikan pesantren salafiyah dengan pendidikan formal. Berkat itu, alumni pondok pesantren salafiyah yang memiliki pendidikan tingkat tinggi diberikan ijazah sama setara dengan strata 1 atau S1.
"Jadi saat ini santri diakui. Itu adalah loncatan yang sangat berani dari Presiden," kata dia.
Uu menambahkan ia mendapat informasi jika Jokowi-Ma'ruf resmi terpilih akan mendirikan satu kementerian baru yang mengurusi pondok pesantren. Artinya, anggaran dengan sendirinya akan bertambah atau lebih terfokus.
(kri)