Indonesia Pasar Potensial di Dunia untuk Para Pemain Narkoba

Sabtu, 06 April 2019 - 00:11 WIB
Indonesia Pasar Potensial...
Indonesia Pasar Potensial di Dunia untuk Para Pemain Narkoba
A A A
JAKARTA - Kasus penyalahguna narkotika di Indonesia jadi masalah tidak hanya karena kasusnya terus meningkat, tapi juga kelompok paling rentan sebagai penyalahguna narkotika merupakan generasi muda atau milenial.

Hal ini dikatakan Deputi Pemberantasan​ BNN​ Irjen Pol​ Arman​ Depari saat ditemui di sela Rakernas Garda Mencegah dan Mengobati (GMDM) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung, Jakarta Timur.

"Terutama bagi mereka yang berusia 15-35 tahun. Karena itu ini menjadi salah satu fokus kita. Kalau dilihat dari angka statistik bahwa 40 persen penduduk Indonesia itu adalah generasi muda yang potensial," kata Arman di TMII, Jumat (5/4/2019).

Menurutnya Indonesia kini tak hanya dilirik sebagai pasar oleh para bandar narkotika di lingkup Asia Tenggara, tapi di tingkat Asia dan bahkan dunia mengingat jumlah penduduknya.

Besarnya potensi generasi milenial sebagai penyalahguna narkotika disebut Arman perlu ditangani secara khusus karena merupakan kelompok yang bakal memimpin bangsa.

"Saya ulangi lagi itu potensial menjadi penyalahguna narkoba. Dan Indonesia saat ini salah satu pasar yang paling besar, bukan hanya untuk Asean tapi juga Asia. Bahkan kalau kita lihat dari jumlah penduduk Indonesia menempati urutan keempat di dunia," ujarnya.

Guna memberangus atau menekan peredaran narkoba di Indonesia, Arman menjelaskan perlu kerja sama dua arah, yakni pemerintah dan masyarakat. Dia berharap organisasi masyarakat seperti GMDM dapat membantu kerja para penegak hukum melakukan penyuluhan bahaya narkoba ke generasi milenial.

Ketua Umum GMDM Jefry Tommy Tambayong menambahkan, pihaknya bakal ikut membantu penyuluhan yang dilakukan penegak hukum dalam memberangus peredaran narkoba.

"Kami akan fokus ke anak milenial karena milenial ini kedepannya akan menjadi pemimpin bangsa. Bisa dibayangkan kalau mereka tidak tercover, bayangkan sebelum sidang harus nyabu, pakai ganja dulu. Makannya kami akan bergerak," tutur Jefry.
(maf)
Berita Terkait
Penegakan Hukum Korban...
Penegakan Hukum Korban Narkoba Harus Lebih Humanis, Direhabilitasi Bukan Dipenjara
Rakornas Penegakan Hukum...
Rakornas Penegakan Hukum Terpadu Jelang Pemilu 2024
DPR Minta Penegakan...
DPR Minta Penegakan Hukum dan Pemusnahan 821 Kg Sabu Jaringan Internasional Dikawal
Pembagian Macam-Macam...
Pembagian Macam-Macam Hukum di Indonesia
Hukum di antara Akal...
Hukum di antara Akal dan Nurani
Puji Kinerja Polisi,...
Puji Kinerja Polisi, DPR Ajak Waspadai Modus Canggih Penyelundup Narkoba
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved